AXA Mulai Seriusi Asuransi Mikro

Ahmad Punto
04/6/2016 07:51
AXA Mulai Seriusi Asuransi Mikro
(MI/Agus Mulyawan)

Premi asuransi mikro yang ditawarkan AXA mulai Rp1.000 per bulan atau Rp12 ribu per tahun.

AXA Mandiri Financial Services (AMFS) bersama Mandiri AXA General Insurance (MAGI) kini tengah menggarap serius pasar asuransi di segmen mikro.

Segmen yang dinilai punya pasar sangat potensial itu selama ini belum terlalu dilirik dua anak perusahaan AXA Indonesia tersebut.

"Kalau (dulu) bisnis kami dibilang lebih menyasar kelas menengah dan atas, itu benar. Akan tetapi, sekarang kami mulai melihat segmen mikro penting menjadi salah satu fokus," kata President Director AMFS Jean-Philippe Vandenschrick saat media gathering AXA Indonesia di Yogyakarta, kemarin.

Menurutnya, dengan memenetrasi segmen baru itu, pihaknya mesti kreatif menyediakan produk-produk asuransi 'kelas kecil' yang preminya terjangkau, tapi tetap menjanjikan manfaat tinggi.

"Tantangan lain bagi kami ialah bagaimana mengedukasi mereka, para pelaku mikro ini, tentang produk asuransi yang sebelumnya mungkin tidak mereka kenal," imbuhnya.

Pada kesempatan sama, President Director MAGI Albertus Wirojo memaparkan segmen nasabah mikro sebetulnya sudah coba digarap AXA sejak lama, tapi perusahaan tidak fokus.

Pada 2013, perusahaan baru mulai memaksimalkannya dengan sistem baru yang terintegrasi dengan Bank Mandiri.

"Asuransi mikro kami itu ialah awalnya untuk mengover nasabah mikrobanking Bank Mandiri. Jadi debitur-debitur mikro Bank Mandiri yang pinjamannya sudah dikover asuransi, kami tawari lagi dengan asuransi tambahan dengan premi terjangkau," jelas Wirojo.

Menurutnya, premi yang ditawarkan mulai Rp1.000 per bulan atau Rp12 ribu per tahun.

"Kalau OJK mengimbau premi asuransi mikro itu Rp50 ribu per tahun, kami malah bisa Rp12 ribu per tahun."

Dari sisi jumlah polis, perkembangan asuransi mikro AXA terbilang cepat.

Saat ini sudah ada 1,5 juta polis nasabah mikro dengan laju penambahan polis sebanyak 40 ribu-50 ribu per bulan.

Meski demikian, kontribusinya terhadap pendapatan premi masih rendah karena besaran preminya yang kecil.

"Yang menarik, nasabah-nasabah mikro yang sekarang ini boleh jadi lima tahun lagi akan naik kelas. Jadi kami bisa menawarkan lagi produk dengan size yang lebih besar," tukas Wirojo.

Asuransi pertanian

Di pasar yang sedikit berbeda, MAGI juga sedang 'belajar' mengolah produk asuransi pertanian atau parametrik.

Asuransi itu, menurut Wirojo, ditujukan untuk mengover kegagalan panen petani yang disebabkan cuaca buruk.

"Kami batasi di situ, panen gagal yang ditanggung hanya yang disebabkan cuaca. Kadar cuaca itu diukur dari indeks curah hujan yang ditentukan badan independen, yaitu BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika)," terangnya.

Asuransi pertanian MAGI sudah dimulai pada Februari-Maret 2016 lalu dengan melindungi sekitar 1.000 petani di Karangploso, Malang, Jawa Timur.

Besaran preminya berkisar Rp150 ribu hingga Rp200 ribu per paket.

Satu paket setara dengan sekitar 1 hektare lahan.

"Akan tetapi, dalam proses edukasi itu, kami gratiskan dulu preminya," tutup Albertus.

(E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya