Bank Riau Kepri Raih Kinerja Positif

BG/E-3
04/6/2016 05:31
Bank Riau Kepri Raih Kinerja Positif
(ANTARA/Rony Muharrman)

DI tengah lesunya kondisi perekonomian global dan regional, PT Bank Pembangunan Daerah Riau (Bank Riau Kepri) tetap berhasil membukukan laba kotor atau gross profit perseroan mulai awal tahun hingga akhir Mei 2016 mencapai Rp250 miliar.

Direktur Utama Bank Riau Kepri Irvandi Gustari mengatakan, dalam tahun buku 2015 kinerja bank daerah dua provinsi itu tetap mengalami pertumbuhan.

"Gross profit kami Rp250 miliar dan dengan rasio keuangan secara keseluruhan dalam posisi di atas syarat minimal Otoritas Jasa Keuangan maupun standardisasi BPD Regional Champion dari Asbanda," ujarnya dalam rapat umum pemegang saham tahunan di Pekanbaru, Riau, Rabu (1/6).

Pendapatan Bank Riau Kepri pada 2015 mencapai Rp2,657 triliun atau tumbuh 12,17% dari pendapatan 2014.

Pendapatan itu disumbang pendapatan bunga krediti Rp1.966 triliun atau tumbuh 15,17% ketimbang 2014 lalu.

Irvandi menjelaskan perlambatan ekonomi berdampak pada naiknya biaya beban sebesar 33,53% dari periode sebelumnya yang bersumber dari dua sektor, yaitu CKPN senilai Rp262,6 miliar yang merupakan proses kredit sejak 2011 sampai 2014.

Saat ini kredit macet itu sedang diupayakan manajemen guna dicarikan solusinya melalui skema yang berlaku di perbankan.

"Secara keseluruhan gross profit Bank Riau Kepri tahun buku 2015 mencapai Rp415,318 miliar, yang tentunya turun karena perlu cadangan dana untuk mengatasi kredit macet 2011-2014 tersebut," ungkapnya.

Di tempat terpisah, Gubernur Riau Arsyadjulandi Rachman meminta Bank Riau Kepri untuk meningkatkan porsi penyaluran kredit ke sektor UMKM.

"Bank Riau Kepri diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi daerah dengan meningkatkan porsi kredit ke sektor UMKM karena bersentuhan langsung dengan sektor riil dan bisa membuka lapangan pekerjaan."

Pada kuartal I/2016 PT Bank Riau Kepri telah menyalurkan dana kredit Rp14,7 triliun atau sedikit lebih rendah daripada periode sama 2015 yang sebesar Rp14,8 miliar.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya