Subsidi Energi hanya untuk si Miskin

MI/JESSICA SIHITE
25/6/2015 00:00
Subsidi Energi hanya untuk si Miskin
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said(ANTARA/HAFIDZ MUBARAK A.)
SECARA bertahap pemerintah akan mengubah subsidi energi dari pola terbuka yang berlaku saat ini menjadi tertutup. Menurut rencana, mulai tahun depan subsidi listrik dan elpiji hanya diberikan kepada kelompok masyarakat miskin.

Dalam rapat kerja dengan Komisi VII DPR RI, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said mengatakan tahun ini juga pemerintah menggelar proyek uji coba subsidi tertutup elpiji 3 kilogram (kg). Wilayah yang menjadi sasaran meliputi Bali, Batam, dan Tarakan.

Dengan pola subsidi tertutup, hanya masyarakat yang memiliki kartu keluarga sejahtera (KKS) yang bisa membeli elpiji 3 kg. Ketentuan serupa juga akan diberlakukan untuk subsidi listrik.

"Jadi kami akan ada single platform. Akan ada satu kartu yang bisa untuk kesehatan sampai listrik," ungkap Sudirman.

Subsidi listrik hanya berlaku untuk golongan daya 450 volt ampere (VA) dan 900 VA. Dana subsidi bakal ditransfer ke kartu sehingga rumah tangga pemilik KKS dapat membayar tagihan listrik sesuai tarif keekonomian.

Di kesempatan yang sama, Direktur PLN Nicke Widyawati menuturkan akibat pola subsidi terbuka, subsidi listrik yang diberikan pemerintah tidak tepat sasaran. PLN mencatat jumlah rumah tangga yang masuk golongan 450 VA dan 900 VA sebanyak 46 juta rumah tangga.

Padahal, jumlah rumah tangga miskin dari Kementerian Sosial lewat kartu Indonesia pintar dan kartu Indonesia sehat hanya 15,5 juta. Itu berarti ada 30,5 juta rumah tangga semestinya tidak memperoleh subsidi.

"Kami diminta Pak Menteri untuk membuat mekanismenya (subsidi tertutup) dalam enam bulan," tandasnya.

Kepala Divisi Niaga PLN Benny Marbun menambahkan, 30,5 juta rumah tangga yang tidak berhak mendapat subsidi akan dikenai penaik-an tarif dasar listrik 5%.

Harga elpiji
Namun, di akhir rapat, Komisi VII DPR tidak menyepakati adanya penaikan tarif 5% itu. Benny pun mengaku belum tahu bagaimana nantinya membedakan tarif untuk pengguna yang memiliki kartu dan tidak memiliki kartu. "Tapi kartu itu nanti akan tetap ada," tukasnya.

Terkait dengan harga elpiji, Kementerian ESDM memprediksi tidak ada penaikan, baik yang 3 kg maupun 12 kg sampai akhir tahun ini. Prediksi itu berangkat dari proyeksi Bank Dunia dan berbagai lembaga yang menyatakan tren harga penjualan elpiji Saudi Aramco hingga tahun depan akan tetap.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM IGN Wiratmaja Puja mengatakan pihaknya mendorong PT Pertamina (persero) untuk membeli bahan baku elpiji secara langsung. "Kalau beli langsung, diskonnya cukup besar. Jadi, prediksi tahun depan (harga) tidak naik," ujar Wiratmaja di sela rapat kerja Komisi VII DPR.

Di sisi lain, efisiensi yang dilakukan Pertamina juga diharapkan bisa menahan laju harga elpiji. Penghematan yang dapat diraup BUMN tersebut hingga Mei tahun ini mencapai Rp2,23 triliun.

Kendati begitu, Wiratmaja hanya bisa memastikan harga elpiji 3 kg tidak akan naik hingga tahun depan. Adapun penentuan harga elpiji 12 kg merupakan kewenangan Pertamina. (E-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya