UPAYA operator tol untuk memangkas jumlah kendaraan kelebihan muatan mulai menunjukkan hasil positif. Penimbangan elektronik yang diterapkan sejak awal tahun ini menurunkan jumlah truk kelebihan muatan yang melintas di tol hingga 22,5%.
Direktur PT Marga Mandalasakti Sunarto Sastrowiyoto mengatakan pihaknya memasang alat timbang elektronik, weight in motion (WIM), di gerbang tol (GT) Cilegon Barat, Banten. GT Cilegon Barat merupakan bagian dari tol Tangerang-Merak yang dikelola Marga Mandalasakti.
Aplikasi WIM memberikan informasi kepada petugas tol tentang berat kendaraan. "Bila kendaraan angkutan barang overload, diberikan kartu overload yang mengharuskan keluar pada gerbang tol terdekat," ujar Sunarto dalam acara bertajuk Mendorong Penegakan Aturan Kendaraan Angkutan Barang, di Jakarta, kemarin.
Jika tidak keluar melalui gerbang yang ditentukan, lanjut Sunarto, kendaraan angkutan barang tersebut akan diberi sanksi dengan dikenai tarif jarak terjauh.
Sunarto menambahkan, tingkat akurasi pengukuran WIM mencapai 98%. Setelah diimplementasikan pada Januari 2015, angka penindakan kendaraan kelebihan muatan mencapai 94,2%. Jumlah kendaraan kelebihan muatan yang melintas pun menurun cukup signifikan.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Operasi PT Citra Marga Nusaphala Persada (CMNP) Suarmin Tioniwar mengungkapkan sebelum penertiban, biaya perbaikan tol melonjak 1.000% akibat kendaraan kelebihan muatan banyak melintas.
Kendaraan dengan muatan berlebih tidak hanya merusak jalan, tetapi juga membahayakan pengguna lalu lintas tol. Itu pula sebabnya CMNP turut menertibkan kendaraan kelebihan muatan di Tol Wiyoto Wiyono. Berdasarkan pemantauan, 6 dari 10 kendaraan angkutan barang yang melintas di tol membawa muatan berlebih. (Bow/E-1)