Harga Minyak Goreng Tidak Seharusnya Naik

Andhika Prasetyo
03/6/2016 12:51
Harga Minyak Goreng Tidak Seharusnya Naik
(ANTARA)

MENTERI Pertanian Andi Amran Sulaiman melakukan kunjungan ke pabrik minyak goreng PT Salim Ivomas Pratama Tbk untuk memastikan harga minyak goreng turun dari tingkat produsen.

"Kemarin ada kabar kalau harga minyak goreng naik. Padahal, di sini, dari produsen, dari pabrik, harga normal, bahkan sudah turun 5,5% sejak 1 Juni lalu," ujar Amran saat melalukan kunjungan ke Pabrik Bimoli, Jakarta, Jumat (3/6).

Harga minyak goreng yang melonjak Rp1.000 hingga Rp2.000 per liter, menurut Amran sangat tidak masuk akal. "Kita punya lahan sawit sepuluh juta hektare di seluruh Indonesia. Kita produsen crude palm oil (CPO) terbesar dunia. Kita pengekspor," tegas Amran.

Saat ini, lanjutnya, persediaan minyak goreng di tanah air juga sangat melebihi kebutuhan yang ada.

"Juni, kita punya persediaan minyak goreng sebesar 1,6 juta ton, sedangkan kebutuhan hanya 400 ribu ton. Ini ada empat kali lipat. Tidak ada alasan buat harga naik. Jangan karena ada komoditas lain yang naik, semua ikut naik," cetusnya geram.

Untuk itu, Amran meminta kepada produsen-produsen minyak goreng terbesar Indonesia untuk segera melakukan operasi pasar sebagaimana juga dilakukan kepada komoditas-komoditas utama lainnya. "Operasi pasar harus terus dilakukan. Kita guyur pasar dengan stok yang tidak terbatas," sambungnya.

Direktur Utama PT Salim Ivomas Pratama Suaimi Suriady mengatakan harga minyak goreng memang tidak seharusnya naik karena saat ini harga CPO sedang turun.

"Seperti kata Pak Menteri (Pertanian Amran), kita turunkan 5,5%. Jika harga yang dua liter itu sekitar Rp23.000 atau Rp24.000, turunnya bisa Rp1.000 hingga Rp2.000," ujar Suaimi.

Ia menambahkan jika harga di produsen turun, otomatis harga di pengecer atau supermarket juga pasti turun. "Kalau mereka tidak turunkan ya tidak akan laku. Karena stok kita banyak," jelasnya. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya