Garuda Kuatkan Posisi Rupiah

Wibowo
25/6/2015 00:00
Garuda Kuatkan Posisi Rupiah
(MI/MOHAMAD IRFAN)
PT Garuda Indonesia (persero) Tbk akan menerapkan penggunaan rupiah untuk pembayaran tiket penerbangan internasional di Indonesia pada 1 Juli 2015.

Direktur Niaga Garuda Indonesia Handayani menegaskan hal tersebut. Ia menyatakan penerapan kebijakan itu sejalan dengan pemberlakuan Peraturan Bank Indonesia Nomor 17/3/PBI/2015 tentang Kewajiban Penggunaan Rupiah sebagai Alat Transaksi yang Diberlakukan di Indonesia, yang juga dimulai pada 1 juli mendatang.

Kebijakan penerapan penggunaan mata uang rupiah untuk transaksi pembelian tiket internasional di Indonesia juga seiring dengan Instruksi Menteri Perhubungan No.IM3/2014 tentang Penggunaan Mata Uang Rupiah dalam Melakukan Transaksi pada Kegiatan Transportasi.

"Perseroan akan melakukan konversi biaya tiket yang selama ini dengan mata uang asing menjadi mata uang rupiah untuk pembayaran tiket internasional di dalam negeri," ujar Handayani di Jakarta, kemarin (Rabu, 24/6/2015).

Ia mencontohkan penjualan tiket penerbangan ke Jepang senilai US$2.000. Penumpang tetap membayar tarif tersebut dengan menggunakan valas.

Dengan pemberlakuan kebijakan penggunaan rupiah, kata Handayani, perseroan akan mengubah harga tiket penerbangan mancanegaranya dengan kurs rupiah. Walakin, penumpang tidak perlu melakukan pembayaran dengan dolar.

Ia mengaku akan menyosialisasikan kebijakan itu ke seluruh saluran distribusi atau channel distribution seperti pembelian tiket di sales outlet, contact center, dan travel agent. Handayani juga berkoordinasi dengan International Air Transport Association (IATA) untuk memastikan kebijakan tersebut dapat terimplementasikan dengan baik.

Penerapan sistem pembayaran tiket penerbangan internasional dengan menggunakan rupiah tentu dapat mengurangi penerimaan valuta asing (valas) dari Garuda. Akan tetapi, penurunan penerimaan mata uang asing itu diyakini tidak akan mengganggu kebutuhan valas perseroan yang sekitar Rp30 triliun. Pasalnya, Garuda telah melakukan hedging (lindung nilai).

Handayani justru mengaku dengan pemberlakuan kebijakan denominasi rupiah pada pembayaran tiket penerbangan luar negeri, Garuda Indonesia turut menjaga stabilitas nilai tukar yang tengah menghadapi tekanan pelemahan.

"Pelaksanaan aturan ini kami yakini dapat menjaga kestabilan nilai tukar rupiah serta akan memperkuat perekonomian Indonesia sehingga secara langsung juga berdampak positif terhadap industri dan membaiknya daya beli masyarakat," tambah Handayani.

Tambahan tiket mudik
Saat ditemui terpisah, Menteri Perhubungan Ignasius Jonan menyatakan ada penambahan kursi penerbangan mudik Le-baran 2015 di Garuda Indonesia. Pasalnya, perusahaan pelat merah itu telah mengajukan penerbangan tambahan dengan diskon sekitar 5%-15% ke Kementerian Perhubungan.

"Bagi maskapai yang akan memberikan diskon 5%-15% dari tarif batas atas, dikasih slot tambahan, ya first come first serve (yang pertama mengajukan, yang pertama dapat slot)," kata Jonan di Gedung DPR, Jakarta, kemarin.

Dia mengatakan akan menyerahkan kepada maskapai terkait rute mana yang diincar, tetapi disesuaikan dengan kapasitas bandara yang dituju.

Senior Manager Humas Ga-ruda Indonesa Ikhsan Rosan mengatakan pihaknya telah menyediakan 1,61 juta kursi.(Ant/E-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya