Mentan Sebut Harga Daging Ayam Segera Turun

Andhika Prasetyo
01/6/2016 19:32
Mentan Sebut Harga Daging Ayam Segera Turun
(ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra)

MENTERI Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman menegaskan harga daging ayam akan segera turun dalam dua hari ke depan.

"Kami telah undang sepuluh produsen ayam terbesar di Indonesia. Kami minta mereka untuk membantu pemerintah melakukan operasi pasar guna menekan harga," ujar Amran seusai melakukan kunjungan ke lokasi peternakan ayam di Kampung Pabuaran, Kecamatan Bandung, Serang, Rabu (1/6).

Amran menginstruksikan kepada para produsen ayam tersebut untuk memasarkan hasil ternaknya langsung ke pasar dengan harga di kisaran Rp30.000 hingga Rp32.000 per ekor.

"Sudah dilakukan mulai hari ini. Tidak hanya di Jakarta, tapi juga di Medan, Semarang, Surabaya, Makasar dan kota besar lain," lanjutnya.

Ia mengatakan operasi pasar tersebut akan dilaksanakan hingga H+6 Hari Raya Idul Fitri. Tingginya harga ayam yang mencapai Rp40.000 per ekor saat ini, ungkap Amran, bukan karena produksi yang sedikit, melainkan karena adanya anomali yang terjadi di pasar.

"Produksi ayam untuk bulan ini 252 ribu ton, sementara kebutuhan masyarakat Indonesia hanya 112 ribu ton. Kita punya stok dua kali lipat," ungkap pria asal Sulawesi Selatan itu.

Menurutnya, kenaikan harga daging ayam disebabkab ada pihak-pihak yang memanfaatkan situasi. "Dari peternak harga normal, tapi karena momentum mau Ramadan, dan melihat komoditas yang lain naik, jadi ada yang ikut-ikut menaikkan," jelasnya.

Amran optimistis dengan adanya operasi pasar, harga komoditas bahan pokok akan turun. "Harga bawang dan beras sudah turun. Bawang sudah Rp25.000. Beras sudah Rp9.500. Harga ayam akan segera menyusul. Sebelum Ramadan sudah turun," paparnya.

Terkait daging sapi impor yang didatangkan pemerintah untuk membantu menekan harga, Amran mengatakan saat ini sudah tiba sebanyak 1.800 ton. "Itu sudah dipasarkan. Dalam waktu dekat akan datang lebih banyak lagi. Kita rencana impor 25.000 ton," sambungnya. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya