Lampu Kuning Stabilitas Harga Beras

Nuriman Jayabuana
01/6/2016 17:07
Lampu Kuning Stabilitas Harga Beras
(MI/BENNY BASTIANDY)

BADAN Pusat Statistik (BPS) mengamati harga komoditas beras mengalami penurunan hampir di seluruh wilayah Indonesia selama Mei. Penurunan harga beras turut menyumbang terjadinya inflasi yang cukup terkendali, hanya sebesar 0,24 persen pada bulan lalu.

Berdasar data BPS, harga beras kualitas medium dan rendah tercatat mengalami penurunan masing masing sebesar 1,38 persen dan 0,26 persen. Sehingga beras kualitas medium saat ini rata-rata seharga Rp 8836 per kilogram dan beras kualitas rendah rata-rata seharga Rp8.488 per kilogram di tingkat konsumen akhir.

Kenaikan harga hanya terjadi pada beras kualitas premium sebesar 0,59 persen. Sehingga harga rata-ratanya kini berada pada kisaran Rp9.182 per kilogram.

Secara keseluruhan, harga beras di tingkat konsumen akhir tercatat mengalami penurunan 0,5 persen. “Sedangkan di tingkat penggilingan dan grosir turun 1,38 persendan 0,28 persen,” kata Kepala BPS Suryamin, Rabu (1/6).

Satu permasalahan yang perlu diwaspadai adalah penurunan harga beras tidak diikuti dengan penurunan harga gabah. Selama bulan Mei 2016, harga gabah justru melonjak 4,17 persen karena masa panen hampir berakhir.

"Bulan bulan selanjutnya menjadi warning karena harga gabah sudah naik, tapi baru mau masuk puasa dan lebaran. Ini tantangan bagi pemerintah untuk mengendalikan harga," ujar Suryamin.

Kenaikan harga gabah terjadi baik di tingkat petani maupun tingkat penggilingan. Harga gabah kering panen di tingkat petani telah berangsur naik 4,17 persen selama Mei 2016 ke kisaran Rp4.440 per kilogram. Sementara itu, harga gabah keirng giling mengalami kenaikan 0,65 persen menjadi Rp5.510 per kilogram.

Di tingkat penggilinngan, harga gabah kering panen melonjak 4,32 persen ke angka Rp4.527 per kilogram. Sementara harga gabah kering gilingnya meningkat 0,14 persen menjadi Rp5.600 per kilogram.

“Bahkan kenaikan tertinggi terjadi di Kalimantan Tengah ke harga Rp8.900 per kilogram,” ujar Suryamin. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya