La Nina Berpotensi Sebabkan Gagal Panen

Fathia Nurul Haq
01/6/2016 16:17
La Nina Berpotensi Sebabkan Gagal Panen
(ANTARA/Widodo S. Jusuf)

SETELAH El-Nino, giliran badai basah La-Nina yang perlu diwaspadai pemerintah agar potensi gagal panen bisa diantisipasi. Dampak badai tersebut lagi-lagi mengintai hasil panen petani yang berimbas pada inflasi bahan pokok.

Hal ini menurut Gubernur Bank Indonesia Agus DW Martowardojo harus diwaspadai agar inflasi terjaga di kisaran 3%-5%. "Kita juga melihat di semester II ada risiko la-nina, periode basah yang membuat tanaman pangan itu gagal panen. Itu juga bs membuat tekanan harga," ujar Agus saat ditemui di hotel Kempinski, Jakarta, Rabu (1/6).

Stok bahan pangan sejak tahun lalu menjadi momok yang memberi andil terbesar bagi inflasi nasional. Bulan lalu, Badan Pusat Statistik merilis inlasi nasional sebesar 0,24%, yakni 0,05% lebih besar dari prediksi BI. Dengan demikian inflasi tahunan mencapai 3,3% sedangkan sepanjang tahun harga konsumen telah tergerus 0,4%.

Berkat usaha yang keras dari pemerintah dan para stakeholders, bulan lalu beberapa komoditas bahan pangan penyumbang inflasi seperti neras dan cabai merah malah terdeflasi. Menurut Agus situasi ini harus terus dijaga terutama menjelang bulan puasa dan lebaran.

"Betul-betul di bulan puasa harga-harga (harus) terkendali. Indonesia kan luas sehingga aspek ketersediaan pangan bukan hanya dalam jumlah cukup, tapi harus tersebar sampai ke pelosok," tekan Agus.

Di sisi lain, Ketua Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Muliaman Hadad berpesan agar pelaku industri lebih mencermati dinamika makro. Tujuannya agar mitigasi sentimen kebijakan global bisa tertanggulangi sebelum berdampak masif pada perekonomian nasional.

"Saya lebih banyak kepada apapun dinamika makro harus dicermati oleh para pelaku induatri keuangan. Harus menjadi perhatian untuk terua menjaga readiness level untuk mengantisipasi perubahan sentimen yang terjadi, misalnya perubahan bungadi AS. Itu sesuatu yang harus diantisipasi dan disiapkan," kata Muliaman. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya