Berdayakan UMKM Lewat Literasi Keuangan

Fathia Nurul Haq
01/6/2016 15:34
Berdayakan UMKM Lewat Literasi Keuangan
(MI/Panca Syurkani)

OTORITAS Jasa Keuangan (OJK) menyadari Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) bagi perekonomian nasional harus didukung akses keuangan yang baik agar industri tersebut semakin berkembang.

Hal ini dikemukakan Ketua Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Muliaman D. Hadad dalam sambutannya pada Seminar Regional OJK dengan OECD di Jakarta, Rabu (1/6)

"Sayangnya, kurangnya akses ke layanan keuangan dan melek finansial yang rendah menghambat perkembangan UMKM di Indonesia. Pada akhir Februari 2016, pinjaman dalam negeri untuk UMKM hanya sebesar Rp728,97 triliun, atau 18%, jika dibandingkan dengan total kredit sebesar Rp3.998.09 triliun, " kata Muliaman.

Selain itu, UMKM adalah segmen dengan indeks relatif rendah melek finansial. Hal ini berdasarkan survei yang dilakukan oleh OJK pada tahun 2013, di mana tingkat melek finansial berdiri di 21,84% dan tingkat inklusi keuangan mencapai 59,74%.

"Tentu saja, tantangan besar terbentang di depan kita, dan kita perlu untuk mengatasi tantangan ini secara efektif, " lanjut Muliaman.

Diakui Muliaman, UMKM telah menjadi elemen kunci dalam sistem ekonomi global karena memberi kontribusi bagi perekonomian dunia melalui beberapa variabel, yaitu pangsa PDB, total angkatan kerja, dan jumlah perusahaan. "Sebagai kontribusi UMKM adalah signifikan terhadap ekonomi global, itu membuat mereka terlalu penting untuk diabaikan," kata Muliaman

Secara statistik, UMKM menyumbang sekitar 57,9% terhadap PDB Indonesia dan menyerap 97% dari pekerja nasional. "Oleh karena itu sangat penting itu adalah untuk memberdayakan UMKM karena ini akan sangat meningkatkan perekonomian negara," tambahnya.

Untuk alasan ini, menurut Muliaman, OJK meluncurkan Pusat Internasional untuk Keuangan Mikro dan Financial Inclusion (OJK PROKSI). "OJK PROKSI adalah Center of Excellence yang didirikan oleh OJK dan diharapkan menjadi tempat di mana konsep yang akan dibuat dan rencana harus dirancang untuk kemajuan sektor keuangan mikro dan promosi inklusi keuangan baik di Indonesia maupun di negara-negara lain yang membutuhkan, " terang dia.

Muliaman berharap OJK PROKSI akan menjadi keuangan mikro dan inklusi internasional pusat terkemuka yang mendukung program-program pengentasan kemiskinan domestik dan global melalui amplifikasi kontribusi keuangan mikro melalui peningkatan akses pembiayaan, terutama bagi masyarakat miskin dan rentan. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya