Pilih Pelaminan atau Pengadilan?

MI
24/6/2015 00:00
Pilih Pelaminan atau Pengadilan?
(MI/SENO)
KETIKA Scott Oeth berencana untuk melamar kekasihnya, Linda Hardin, ia menyadari mahalnya biaya pernikahan mereka. Menurut situs pernikahan, The Knot, biaya pernikahan di Amerika Serikat sepanjang 2014 rata-rata sebesar US$31.213.

Beruntung bagi Oeth, kekasihnya juga berpikir biaya pernikahan 'konvensional' terlalu mahal. Pasangan itu kemudian memutuskan untuk merancang upacara pernikahan di gedung pengadilan, diikuti dengan makan malam perayaan di restoran steak favorit mereka. Sebagai penutup, digelar resepsi sederhana untuk 100 tamu di belakang halaman rumah mereka. Total biaya untuk perayaan janji suci pasangan itu hanya US$1.250.

"Semua perayaan pesta pernikahan yang kami selenggarakan indah, dan kami menikmati setiap momen," kata Oeth.

Biaya pernikahan yang tidak kebal inflasi, alias terus naik saban tahun, membuat banyak calon pengantin mencermati konsep pesta pernikahan mereka. Resepsi di hotel mewah dengan pelaminan nan glamor mulai ditinggalkan. Para calon pengantin generasi sekarang lebih memilih menggelar pesta sakral mereka di gedung pengadilan atau balai kota.

The Wedding Report melansir jumlah pesta pernikahan di gedung pengadilan dan balai kota pada 2014 sekitar 3%-4% dari total pernikahan. Walau masih minim, besar pangsa itu naik dari tahun-tahun sebelumnya. "Pernikahan mewah seperti menjual jantung," sindir kolumnis untuk majalah Psychology Today, Laurie Essig.

Menurut The Knot, sejumlah pengeluaran untuk pernikahan mewah, termasuk sewa tempat sebesar US$14.006, jasa fotografer US$2.556, band US$3.587, dan kue senilai US$555. Pengeluaran itu akan meningkat bila pesta bertempat di pusat kota.

Meski mahal, sebagian pasangan tetap menyelenggarakan pernikahan mewah, karena dipandang sebagai momen sekali dalam seumur hidup, mereka ingin mengenangnya sebagai satu hari yang spektakuler. Menurut Essig, banyak pasangan cemas memunculkan ide memangkas biaya pernikahan karena takut dicap pelit, menyakiti perasaan pasangan, atau menimbulkan kemarahan mertua.

Di Indonesia, biaya pernikahan juga kadang jadi momok calon pengantin. Situs Halomoney menyebutkan biaya pesta pernikahan di gedung untuk 500 tamu bisa mencapai Rp100 juta. Andai tidak ingin berpesta mewah, paling tidak keluar Rp600 ribu untuk memanggil penghulu. Tidak mengherankan jika saat ajang pernikahan massal digelar, pesertanya bejibun. Contohnya, pada pernikahan massal yang difasilitasi Yayasan Pondok Kasih dan Harmoni Cinta Indonesia, awal Januari silam, tidak kurang dari 5.115 pasang pengantin meramaikan. (Financial Post/Wibowo/E-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya