Konferensi Desa Dunia 2016 Dihadiri 23 Negara

30/5/2016 23:43
Konferensi Desa Dunia 2016 Dihadiri 23 Negara
(Ilustrasi)

KETUA Penyelenggara World Village Conference 2016 Nadya Pratiwi mengatakan, kegiatan Konferensi Desa Dunia yang diselenggarakan akan mempertemukan tokoh-tokoh pemuda desa dunia, pemimpin bisnis, pemimpin kreatif dan inovatif untuk berbagi gagasan mengenai potensi konsep perdesaan dunia untuk saling berbagi dan bertukar pikiran dalam rangka menuju desa global.

Ia menambahkan, kegiatan itu dihadiri 150 delegasi dunia dari 23 negara. Indonesia, kata dia, berupaya mengembangkan konsep-konsep baru mengenai usaha kecil menengah di perdesaan untuk menciptakan nilai tambah bagi kesejahteraan perekonomian masyarakat desa, sosial, budaya, lingkungan berbasis ide yang lahir dari kreativitas sumber daya manusia kreatif dan berbasis pemanfaatan ilmu pengetahuan, termasuk warisan budaya dan teknologi.

"Kegiatan World Village Conference juga berupaya mendorong keterlibatan koperasi segera masuk untuk mengelola dan mengembangkan destinasi pariwisata," kata Nadya dalam keterangan tertulis, Senin (30/5).

Selain itu, kegiatan tersebut juga bertujuan untuk meningkatkan pariwisata masyarakat dalam pemberdayaan pariwisata berbasis komunitas, sehingga menyejahterakan anggota koperasi. "Dan masyarakat bisa menikmati program tersebut karena koperasi memiliki potensial dalam pemberdayaan masyarakat berbasis pariwisata," imbuhnya.

World Village Conference (WVC) merupakan kegiatan yang mempertemukan pemimpin tokoh desa dunia untuk menyinergikan kekuatan masyarakat desa menghadapi perekonomian global dan menjaga kearifan lokal. World Village Conference kali pertama itu telah diselenggarakan di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, 23-26 Mei 2016.

"Dalam perhelatan ini juga ada pameran booth-booth produk usaha kecil dan menengah dari desa-desa di seluruh Indonesia termasuk dari luar negeri. World Village Conference memiliki concern dan komitmen dalam mendukung usaha kreatif masyarakat perdesaan dalam mengantisipasi pelaksanaan MEA melalui koordinasi, sinkronisasi, sinergi dalam kerangka pemberdayaan koperasi dan UMKM di Indonesia," pungkas Nadya. (RO/OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya