DPD sarankan Pemerintah Serap Bawang Merah Dari Sentra Produksi

31/5/2016 10:39
DPD sarankan Pemerintah Serap Bawang Merah Dari Sentra Produksi
(MI/Syahrul Karim)

DEWAN Perwakilan Daerah (DPD RI) meminta Pemerintah agar tidak melalukan impor bawang merah karena akan menyebabkan petani lokal merugi. Ada baiknya, dalam upaya menstabilkan harga bawang merah saat bulan suci Ramadan Pemerintah menyerap bawang merah milik petani lokal yang saat ini sedang masuk masa panen.

"Pemerintah sebaiknya mempertimbangkan secara seksama dan matang untuk melakukan Impor bawang merah. kebijakan tersebut berpotensi merusak tata niaga dan produksi bawang merah nasional," ujar Wakil Ketua DPD RI Farouk Muhammad, Senin (30/5).

Berdasarkan data Dinas Pertanian Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB yang merupakan salah satu pusat produksi bawang merah nasional, luas lahan panen bawang merah Mei dan Juni diperkirakan mencapai 963 Ha. Adapun pada Juli meningkat seluas 2.230 ha dengan harga yang berlaku Rp18.000-Rp23.000 per kg.

Farouk menghimbau Pemerintah agar lebih baik menyerap produksi bawang merah nasional, dibandingkan melakukan impor. Selain akan menggairahkan produksi petani, juga akan menstabilkan harga bawang dipasaran. Selama ini, kenaikan harga bawang lebih banyak dinikmati oleh pedagang/distributor dibandingkan petani. Rentang distribusi yang panjang dan minimnya pasokan, seringkali dijadikan alasan sebagian pihak untuk mendorong pemerintah mengambil kebijakan impor.

"Berdasakan data dari Kementan dan dinas terkait di daerah, pada umumnya produksi bawang merah nasional dapat mencukupi kebutuhan konsumen sepanjang bulan suci Ramadan," tegas senator NTB dua periode ini.

Farouk yang juga Ketua Majelis Percepatan Pembangunan Daerah Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) meminta pemerintah segera menyerap bawang merah lokal dari sentra-sentra produksi nasional. Menurutnya, perlu upaya serius menekan biaya distribusi komoditas strategis nasional seperti bawang merah dengan perbaikan sistem logistik, perbaikan infrastruktur dan tata niaga yang lebih berimbang.

"Manajemen stok bawang merah harus terintegrasi secara baik dari mulai proses on farm (produksi) hingga off farm (pasca panen) antar kementerian / lembaga. agar monitoring dan stabilitas bawang merah nasional dapat terjaga," ujar Farouk.

Pemerintah berencana mengimpor 2.500 ton bawang merah untuk menekan harga saat Ramadan dan Idul Fitri. Saat ini harga bawang merah mencapai Rp40.000/kg, dan ditargetkan turun jadi Rp25.000/kg. Untuk menurunkan harga bawang merah, pemerintah menugaskan 3 BUMN melakukan impor. (RO/OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya