RI Bidik Posisi di Dewan ICAO

Hym/E-3
31/5/2016 06:51
RI Bidik Posisi di Dewan ICAO
(ANTARA/Hermanus Prihatna)

INDONESIA tengah berusaha menjadi anggota dewan Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (International Civil Aviation Organization/ICAO) untuk periode 2016-2019, yang pemilihannya akan dilaksanakan di Kanada pada September 2016.

Pencalonan itu merupakan upaya kelima setelah empat sebelumnya gagal.

"Kami butuh dukungan Anda untuk pencalonan Indonesia di dewan ICAO," tegas Menteri Perhubungan Ignasius Jonan dalam Pertemuan Tingkat Menteri Transportasi Negara-Negara Berkembang di daerah Kuta, Bali.

Di hadapan perwakilan dari 34 negara, Jonan mengatakan, tujuan Indonesia menjadi salah satu dari 36 anggota dewan ICAO ialah lantaran lembaga yang berada di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa tersebut dapat menetapkan aturan atau kebijakan penerbangan sipil di seluruh dunia.

Ia mengakui rival terberat bagi Indonesia untuk masuk di keanggotaan dewan ICAO ialah Malaysia, yang saat ini bersama Singapura duduk di sana.

Keanggotaan dua negara jiran itu akan berakhir tahun ini.

"Sekurangnya 24 (negara) dari yang kita undang itu bisa mendukung pencalonan Indonesia. Pada 2013, 97 negara mendukung Indonesia. Kalau ditambah, misalnya 25 negara lagi, mudah-mudahan biasa menang atau masuk dewan ICAO," ujar Jonan seusai konferensi.

Direktur Operasional Garuda Indonesia Kapten Novianto Herupratomo mengatakan kampanye Indonesia untuk menjadi anggota dewan ICAO kali ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.

"Tahun ini pemerintah sangat serius dan tentu sebagai maskapai penerbangan nasional, kami sangat mendukung upaya Kementerian Perhubungan menjadi anggota dewan ICAO," ujar Novianto.

Gagalnya upaya Indonesia menjadi anggota dewan ICAO disebabkan dunia penerbangan negara ini masih dinilai kurang layak, terutama oleh Federal Aviation Administratin, Komisi Eropa, European Aviation Safety Agency, dan lembaga terkait lainnya.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya