Surya Paloh: Dunia Usaha Lokomotif Gerbong Pemerintahan

Anastasia Arvirianty
30/5/2016 22:28
Surya Paloh: Dunia Usaha Lokomotif Gerbong Pemerintahan
(MI/MOHAMAD IRFAN)

DUNIA usaha diibaratkan sebagai lokomotif yang membawa gerbong pemerintahan. Sehingga, semestinya mampu mempercepat akselerasi proses pembangunan negara.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Umum DPP NasDem Surya Paloh kepada media dalam acara pertemuan pengusaha Tionghoa bertajuk 'Lebih Akrab bersama Bang Surya', di Hotel Raffles, Jakarta, Senin (30/5).

Lebih lanjut, ia mengatakan, dunia usaha mesti terus bergerak untuk memajukan perekonomian negara. Sebab, di awal pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla, dimulai dengan defisit transaksi berjalan yang tinggi, sehingga menyebabkan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

"Tidak mudah memulai pemerintahan yang ditinggalkan dengan defisit, ditambah dengan dukungan parlemen yang minoritas pada awalnya," ujarnya.

Sehingga, Surya mengimbau agar dunia usaha terus maju bersama untuk menjadi penggerak roda ekonomi negara. "Jadi, betapa pentingnya dunia usaha ini, sebab mampu memperkokoh pemerintahan, dan soko guru penggerak di mana pun pengusaha berada."

Menurutnya, entrepreneur atau wirausahawan sangat penting bagi dunia usaha. Namun, ia menyayangkan, masih adanya hambatan untuk semakin menunjang dunia usaha, yakni jumlah entrepreneur di Indonesia masih sangat minim jika dibandingkan dengan negara lain, seperti Tiongkok yang mampu mencetak entrepreneur 14% tiap tahunnya, diikuti India sebanyak 12%, Amerika Serikat 11%, barulah Indonesia yang hanya 1,65%.

Selain itu, kondisi perekonomian global juga masih menjadi penghambat dunia usaha, meski kondisi makroekonomi sudah mulai menunjukkan perbaikan, kondisi mikroekonomi belum sepenuhnya pulih. Hal itu ditunjukkan dengan sektor riil yang belum benar-benar bangkit.

"Ini menjadi tugas dan pekerjaan rumah kita bersama. Saya apresiasi langkah-langkah pemerintah dalam paket-paket kebijakan untuk membangkitkan kembali perekonomian kita," pungkas Surya.

Ketua Dewan Pertimbangan Partai NasDem Maxi Gunawan menambahkan, agar sektor riil bisa kembali bangkit, mesti mengubah pola pikir yang ada saat ini. Menurutnya, produksi dan kualitas dalam negeri mesti ditingkatkan agar jangan lagi Indonesia mengekspor barang mentah melainkan barang yang sudah memiliki nilai tambah. (Arv/OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya