Keanggotaan di Dewan ICAO Tingkatkan Kredibilitas Indonesia

Haufan Hasyim Salengke
30/5/2016 14:57
Keanggotaan di Dewan ICAO Tingkatkan Kredibilitas Indonesia
(Ilustrasi)

MESKI sudah empat kali gagal, Indonesia terus berjuang menggalang dukungan untuk bisa menjadi anggota dewan Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) periode 2016-2019.

Direktur Operasional Garuda Indonesia Novianto Herupratomo, mengatakan kampanye Indonesia untuk menjadi anggota dewan ICAO saat ini sangat berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.

"Kampanye kali ini sangat berbeda. Tahun ini sangat serius dari pemerintah dan tentu sebagai maskapai penerbangan nasional kami sangat mendukung upaya Kementerian Perhubungan untuk menjadi anggota dewan ICAO," ujar Novianto di sela-sela pertemuan para menteri transportasi dari negara berkembang di Kuta, Bali, Senin (30/5).

Yang membuat berbeda, lanjut dia, adalah selain kampanye yang lebih masif banyak pihak dan beberapa lembaga kementerian, juga digalakkan lewat perbaikan sisi keamanan, keselamatan, dan kualitas dunia penerbangan Tanah Air.

"Jadi ini dilakukan dengan sungguh-sungguh dan itu tadi yang saya sampaikan harapannya dalam dua bulan ini ada penilain baru dan mudah-mudahan masuk kategori satu," ujarnya.

Gagalnya upaya Indonesia menjadi anggota dewan ICAO karena dunia penerbangan negara ini masih dinilai kurang layak, terutama oleh Federal Aviation Administratin (FAA), Komisi Eropa, Erupean Aviation Safety Agency (EASA), dan lembaga terkait lainnya.

Menurutnya, terlibatnya Indonesia dalam struktur dewan ICAO secara langsung akan meningkatkan kredibilitas indonesia di dunia penerbangan global. Selain itu, Jakarta bisa memiliki hak suara yang cukup signifikan dalam menentukan arah kebijakan badan penerbangan sipil dunia tersebut.

Menurut Novianto, masuknya Indonesia menjadi anggota dewan ICAO akan membantu Garuda mendapat rute penerbangan di negara lain, termasuk ke Amerika Serikat.

"Saat ini Indonesia massih dikelompokkan sebagai negara kategori 2. Artinya, negara yang belum 100% mencukupi syarat dari FAA sekaligus juga dari ICAO yang masih relatif rendah penilaiannya," jelasnya.

Novianto pun yakin dengan upaya-upaya perbaikan yang sangat masif akan membawa Indonesia masuk dalam jajaran negara kategori 1 dan sekaligus memperbagus posisi indonesia di dalam keanggotaan ICAO.

"Harapan berikutnya tentu Komisi Eropa dan EASA juga mempertimbangkan untuk menerima hal yang sama," ujarnya. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya