Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
INDONESIA memiliki keanekaragaman hayati nan melimpah hingga ke seluruh penjuru negeri. Tidak terkecuali, potensi hasil hutan non kayu yang belum teridentifikasi secara spesifik di kawasan hutan lindung, hutan konservasi, maupun hutan produksi.
Sekretaris Jenderal Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Bambang Hendroyono mengklaim pemanfaatan hasil hutan non kayu terus meningkat. Meski jika dibandingkan dengan hasil hutan berupa kayu masih sangat jauh.
"Selama ini kita tahu hasil pemanfaatan kayu berkontribusi terhadap PDB kita yang belum sampai 1%. Ke depan, kita akan gali lagi untuk potensi yang non kayu," ujarnya saat menutup acara Pameran Indogreen Environment and Foresty Expo ke-8 di JCC, Jakarta, Minggu (29/5).
Lebih lanjut, terang dia, pemerintah menargetkan pada tahun 2019 sudah ada data base potensi hasil hutan non kayu. Sehingga dalam pemanfaatannya bisa dimaksimalkan sesuai potensi yang ada di setiap kawasan.
Ia mencontohkan, di Sumatera dengan lahan gambutnya bisa dimanfaatkan hasil hutan non kayu berupa sagu. Bahkan tidak menutup kemungkinan dalam prosesnya akan melibatkan peran swasta serta kementerian/lembaga (K/L) lain.
"Hampir di setiap daerah itu beda-beda. Sagu di Papua dan Sumatera, tapi di tempat lain mungkin getah, madu, atau rotan misalnya," tutur dia.
Guna mengidentifikasi potensi hasil hutan non kayu tersebut, jelasnya, KLHK melibatkan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Taman Nasional dan non Taman Nasional seperti hutan lindung dan hutan produksi.
Menurut Bambang, saat ini sedikitnya sudah ada 120 KPH di luar Taman Nasional dan 50 KPH Taman Nasional. Kendati demikian, semua data masih dihimpun untuk kemudian nantinya akan dipetakan menjadi data base nasional potensi hasil hutan non kayu.
"Kita juga akan siapkan kluster di tiap provinsi. Jadi Jawa untuk non kayu apa, Sumatera apa, Kalimantan apa, lain-lain kita sesuaikan potensi wilayahnya," jelasnya dia. (OL-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved