Sektor Pariwisata Bisa Jadi Andalan Raup Devisa

29/5/2016 17:15
Sektor Pariwisata Bisa Jadi Andalan Raup Devisa
(Foto istimewa)

PERHATIAN besar Presiden Joko Widodo terhadap dunia pariwisata mendapat apresiasi para stake holder pariwisata di Tanah Air. Sepuluh destinasi baru, yang dipopulerkan dengan istilah 10 Bali baru, adalah salah satu bukti keseriusan duet Jokowi-JK dalam menciptakan strategi meraup devisa dengan cara cepat dan mudah.

"Luar biasa, pariwisata sudah dimasukkan dalam program utama, program prioritas, selain infrastruktur, pangan, energi dan maritim," kata Asnawi Bahar, Ketua Asosiasi Pengusaha Perjalanan Wisata (Asita), akhir pekan lalu.

Di pemerintahan Jokowi gairah di sektor pariwisata nasional mulai berkobar. Investor juga semakin percaya akan masa depan pariwisata Indonesia. "Mereka sudah merasakan deregulasi yang cepat dan serius di sektor pariwisata," jelas Asnawi Bahar.

Ia mencontohkan Kebijakan Bebas Visa Kunjungan (BVK) yang diterapkan Presiden Jokowi yang selama 6 presiden sebelumnya hanya 15 negara.
Saat ini, BVK berubah menjadi 45 negara, lalu bertambah jadi 90, dan kini sudah 169 negara.

International openess dengan program visa fasilitation ini adalah bagian dari keseriusan pemerintah. "Tidak heran jika Badan Pusat Statistik (BPS) 2015 mencatat ada 10,41 juta kunjungan penduduk mancanegara ke Indonesia. Ini berarti meningkat cukup tajam dibanding tahun 2014 yang hanya mencapai angka 9,4 juta," tandasnya.

Jumlah tersebut terdiri dari 9,73 oleh wisman reguler, 370.869 oleh WNA pos lintas batas darat, dan 306.540 sisanya dari WNA kunjungan yang di bawah 1 tahun. Gurihnya sektor pariwisata tadi diprediksi bakal terus dirasakan dalam beberapa tahun ke depan.

Sektor pariwisata diyakini bakal menjadi pemasok devisa terbesar.
Bahkan, pada 2019 devisa dari sektor pariwisata diprediksi akan mengalahkan devisa dari sektor minyak dan gas (migas).

"Saya kira ini bukan retorika politik. Ini analisa bisnis yang masuk akal. Gejalanya sudah mulai terdeteksi sejak 2014. Saat itu, devisa yang diterima kas negara dari sektor pariwisata mencapai Rp 155 triliun. Angkanya mencapai 4% dari Produk Domestik Bruto (PDB)," ujarnya.

Penghasilan devisa dari sektor pariwisata langsung naik ke posisi keempat di bawah minyak dan gas, batubara dan minyak kelapa sawit.
“Ini tidak mungkin terjadi ketika presidennya tidak concern di pariwisata” terangnya. (RO/OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya