Penjualan Mobil Nasional Sulit Lampaui Capaian 2014
MI
23/6/2015 00:00
(MI/ROMMY PUJIANTO)
UPAYA pemerintah untuk mendongkrak daya beli masyarakat
rupanya belum akan berdampak signifikan terhadap penjualan kendaraan
bermotor tahun ini. Alhasil, penjualan mobil domestik diperkirakan bakal
di bawah realisasi tahun lalu yang mencapai 1,2 juta unit.
"Ya
lebih rendah karena kalau tahun lalu penjualan 1,2 juta unit," ujar
Ketua Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Sudirman M Rusdi di Kantor
Wakil Presiden, Jakarta, kemarin.
Sudirman mengungkapkan
penjualan ritel kendaraan tahun ini diprediksi maksimal hanya mencapai
1,1 juta unit. Hal itu berkaca dari menurunnya penjualan Januari-Mei
2015 jika dibandingkan dengan periode sama tahun sebelumnya. Penjualan
dari pabrik ke distributor turun dari 531 ribu unit menjadi 443 ribu
unit. Sementara itu, penjualan distributor ke konsumen turun dari 501
ribu unit menjadi 432 ribu unit.
"Tahun ini kami revisi karena melihat perkembangan sampai Mei, tadi saya katakan penjualan retail sale 13,7%, maka kami perkirakan maksimal 1,1 juta unit," ucapnya.
Penurunan
daya beli masyarakat itu, imbuhnya, disebabkan menurunnya ekspor
sejumlah komoditas yang membuat perekonomian daerah melambat. Padahal,
kredit penjualan mobil mengalami kenaikan 70%-75% pada tahun lalu
menjadi 80%-83% pada tahun ini.
"Sekarang sudah naik. Jadi yang
kredit itu mencapai 80%-83%, itu memperlihatkan perlu kendaraan, tapi
daya beli menurun," tuturnya.
Serupa, ekspor kendaraan diprediksi
stagnan. Sampai Mei, ekspor mobil sekitar 86 ribu unit. Alhasil, tahun
ekspor diperkirakan hanya sebanyak 202 ribu unit.
Guna
mendongkrak penjualan, Gaikindo akan menggalakkan pameran otomotif.
Tahun ini Gaikindo Auto Show akan diikuti 300 peserta dari 35 merek
kendaraan. Sudirman berharap, Wakil Presiden Jusuf Kalla bisa membuka
acara yang dimulai 20 Agustus 2015. (Wib/E-4)