Pelemahan Rupiah Hanya Sementara

Nuriman Jayabuana
29/5/2016 13:04
Pelemahan Rupiah Hanya Sementara
(ANTARA/M Agung Rajasa)

RUPIAH sejak penutupan Jumat (27/5) pekan lalu ditutup pada posisi Rp13.587 per dolar AS. Pelemahan rupiah dalam beberapa periode terakhir dipicu oleh sejumlah faktor.

Pertama, karena spekulasi pasar yang memperkirakan bank sentral AS the Federal Reserve bakal segera meningkatkan suku bunga acuannya pada Juni-Juli.

“Ada kemungkinan naiknya dua kali dalam setahun ini. Itu masih kemungkinan dan itu yang dijadikan bahan spekulasi, dan akhirnya berpengaruh ke semua mata uang emerging market,” ujar Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro di sela kampanye layanan pajak e-filing dan e-billing Ditjen Pajak di Jakarta, Minggu (29/5).

Di samping itu, juga ada faktor lain berupa tren kenaikan kebutuhan dolar di paruh pertama 2016. “Perusahaan asing di dalam negeri banyak bayar dividen pasti ada kebutuhan dolar yang meningkat di dalam negeri. Jadi itu siklus yang biasa uang keluar masuk,” ujar dia.

Terpisah, ekonom Josua Pardede memandang tren pelemahan kurs Rupiah hanya bakal berlanjut hingga akhir kuartal kedua 2016. Pemicu utama tren pelemahan rupiah adalah sentien rencana kenaikan FFR. Selepas pengumuman suku bunga the Fed, ia perkirakan Rupiah akan kembali menguat.

“Sekarang ini masih banyak yang aktif melakukan aksi jual beli, tapi ini hanya bersifat sementara saja dan Bank Indonesia telah melakukan antisipasi,” ujar dia. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya