Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
DELAPAN Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menandatangani fasilitas lindung nilai dengan tiga bank pelat merah senilai US$1,92 Miliar. Fasilitas ini akan menaikkan daya tahan BUMN ditengah gejolak pasar keuangan.
"Saya dorong BUMN manage risikonya secara prudent. Manajemen yang prudent untuk risiko valas sangat penting. Dengan demikian bisa juga menjaga cashflow perusahaan, bisa terjaga dengan baik," jelas Menteri BUMN Rini Soemarno seusai penandatanganan fasilitas hedging di kompleks Bank Indonesia, Jakarta, Rabu (25/5).
Rini melihat urgensi dilakukannya lindung nilai terutama karena pertumbuhan ekonomi nasional ditopang oleh sektor infrastruktur yang banyak menggunakan USD dalam transaksinya. Selain itu sektor ini memerlukan pembiayaan jangka panjang yang berkelanjutan untuk menjamin proyeknya tidak mangkrak di tengah jalan.
"Kelemahannya dalam proses ini, banyak tergantung pembiayaan perbankan. Sehingga dalam membangun infrastruktur ada pembatasan-pembatasan karena didorong perbankan," kata Rini.
Adapun BUMN yang ikut dalam perjanjian tersebut antara lain PT Pelindo II (Persero), PT Pelindo III (persero), Badan Urusan Logistik (Bulog), PT Antam (Persero) Tbk, PT PGN (Persero), PT Aneka Tambang (Persero), Perum Peruri, dan PT Semen Baturaja (Persero).
Sedangkan tiga bank pelat merah yang terlibat antara lain Bank BRI sebesar US$750juta, Bank BNI sebesar US$619juta dan Bank Mandiri sebesar US$555 juta.
Selain untuk pembiayaan infrastruktur, lindung nilai juga digunakan untuk mengimpor bahan pangan seperti yang dilakukan oleh Bulog dan impor bahan baku modal seperti yang dilakukan Perum Peruri.
Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo menekankan fungsi intermediasi bank harus menjadi tolak ukur dalam bisnis perbankan. Karenanya fasilitas lindung nilai ini terus digalakkan sebagai bentuk transaksi derivatif yang bertujuan meningkatkan daya tahan.
"Kita sambut baik karena BUMN Indonesia semakin baik pengelolaan resikonya, ini juga merupakan bagian dari fungsi intermediasi bank," kata Agus. (OL-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved