Kementerian ESDM Kebut Berbagai Insentif

Dero Iqbal Mahendra
25/5/2016 17:16
Kementerian ESDM Kebut Berbagai Insentif
(ANTARA FOTO/Rosa Panggabea)

MENGHADAPI situasi sektor migas yang tidak kondusif akibat harga minyak dunia yang masih belum membaik, Kementerian ESDM berencana melakukan berbagai perbaikan dan juga memberikan berbagai insentif guna mendorong sektor migas.

Menteri ESDM, Sudirman Said mengungkapkan meski pemerintah sudah banyak melakukan perbaikan dan perubahan dalam tata kelola perizinan di sektor migas, namun hal tersebut dinilai belum cukup dalam mengatasi persoalan yang ada saat ini. Untuk itu dirinya menyatakan akan terus mencari trobosan guna menyelesaian masalah tersebut.

"Perizinan dan penataan yang sifatnya parsial itu tidak akan cukup untuk mengatasi keadaan sekarang, bahkan menkeu mengatakan apakah Produc Sharing Contract (PSC) itu satu satunya model yang bisa di jalankan, tentu tidak. Termasuk bagaimana kita mengatur mengenai sustaineble split agar kerja sama industri dengan pemerintah bisa berjalan dalam waktu yang panjang," terang Sudirman di Jakarta, Rabu (25/5).

Sudirman menjelaskan nantinya perubahan desain kebijakan sektor migas memang akan dimasukkan dalam pembentukan UU Migas nantinya. Mengingat saat ini UU migas tahun 2001 sudah dipandang tidak sesuai dengan situasi dan kondisi saat ini.

Dalam kesempatan yang sama Dirketur Jenderal Migas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), IGN Wiratmaja Puja mengungkapkan pihaknya saat ini memang sedang menyusun beberapa insentif yang diharapkan bisa mendorong sektor migas.

"Kita sedang menyiapkan memberikan ekstensi waktu eksplorasi untuk mencapai komitmen, jadi waktu untuk eksplorasi diberi perpanjangan dan kemudahan pada masa sulit ini. Kemudian memberikan fleksibilitas dari transver eksplorasi. Misalnya komitmennya melakukan bor dan lainnya, namun diberikan fleksibilitas misalnya untuk analisis data dan sebagainya, jadi fleksibilitas diberikan dengan cara memberikan subtitusi dari kegiatan eksplorasi," terang Wirat.

Selain itu juga adanya insentif untuk deep water dan remote area. Juga simplifikasi pada data akses sehingga memberikan kesempatan cross PSC cost recovery untuk eksplorasi yang tadinya POD basis sekarang bisa blok basis terbatas atau jika dimungkinkan dalam bentuk blok basis. Sedangkan insentif yang sedang dalam proses di kementerian lain adalah tax holiday, FTP, demo holiday, dan province split.

Untuk menarik minat dalam lelang saat ini pihak ESDM telah membolehkan adanya mekanisme penentuan split yang melalui proses biding (penawaran) dari yang sebelumnya ditentukan oleh pemerintah. Termasuk untuk penandatanganan yang juga bisa melalui biding.

Hal hal tersebut dilakukan agar lelang wilayah kerja menjadi lebih menarik. Termasuk akan dilakukannya open akses untuk data migas yang akan dibuka bagi subservice dengan harapan bisa mendorong adanya perkembangan kegiatan eksplorasi.

Pihaknya juga sedang berupaya untuk menekan jumlah perizinan migas yang ada, dari walanya sebanyak 104 izin kini tinggal 42 izin. Jumlah tersebut juga sedang di proses untuk kembali di tekan hingga 20 izin dan nantinya akan di dorong ke 8 izin.

"Semua insentif-insentif tadi akan dikejar pada kuartal 3 tahun ini untuk bisa diterbitkan. Dengan adanya puasa dan lebaran maka pada semester 1 tahun ini kemungkinan akan sangat sulit terkejar tetapi bila kuartal 3 nanti akan sangat mungkin kita lakukan," pungkas Wirat. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya