Sektor Hulu Migas Harus Ditata

Dero Iqbal Mahendra
25/5/2016 16:44
Sektor Hulu Migas Harus Ditata
(ANTARA)

PEMERINTAH berencana melakukan berbagai perbaikan dan juga percepatan guna meningkatkan kegiatan di sektor hulu migas untuk menghadapi situasi dan kondisi pasar minyak dunia yang saat ini masih belum bergairah. Langkah perubahan tersebut perlu dilakukan untuk mendorong kegiatan eksplorasi dan industri migas ditengah situasi yang tidak begitu menguntungkan.

Menteri Koordinator perekonomian, Darmin Nasution mengungkapkan bahwa saat ini Indonesia tidak lagi memiliki kemewahan untuk menunda dan mereview kembali sektor hulu migas.

"Faktanya produksi crude oil kita terus menurun sejak 2000, artinya kita tidak pernah menyentuh dengan baik area ini. Sebab area ini dianggap sebagai area yang rumit dan sensitif untuk disentuh," terang Darmin di Jakarta, Rabu (25/5).

Dirinya melihat bahwa hingga saat ini pemerintah memang sudah banyak melakukan perubahan guna memberikan dorongan bagi sektor migas terutama dalam hal perizinan yang disederhanakan, mengingat pentngnya sektor tersebut. Namun dirinya menilai bahwa hal tersebut tidak cukup untuk mengatasi situasi saat ini perlu adanya perbaikan hingga ke desain dasar sektor migas.

"Sektor migas sangat besar peranannya dalam ekonomi kita, dan sektor migas memerlukan para ahli dan menggunakan dana yang besar. Dengan apa yang kita alami dalam 2 tahun ini menunjukkan bahwa investasi sektor migas betul-betul mulai merosot dan tidak berkembang. karena barangali tidak menarik, atau mungkin juga karena desain kebijakan kita," ungkap Darmin.

Senada dengan Menko Perekonomian, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Sudirman Said memiliki pandangan yang sama akan perlunya perbaikan dan penataan dalam sektor migas. Terutama yang terkait aspek aspek desain kebijakan yang berkaitan dengan sektor migas yang tidak pernah tersentuh.

Dirinya mengaku khawatir dengan perkembangan situasi harga minyak dunia yang masih rendah. Menurutnya hal tersebut akan berbahaya karena tidak bersifat keberlangsungan, sebab akan membuat investasi menurun dan berdampak kepada ekonomi secara keseluruhan.

"Itu bukan siklus yang sustaineble, sebab ketika harga begitu rendah dan investasi tidak ada. Kemudian pada suatu titik akan mendorong demand yang sangat besar dan akhirnya menaikan harga menjadi sangat tinggi," terang Sudirman. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya