Serapan Gabah Dikejar Target

(JS/AU/BB/N-4)
25/5/2016 03:20
Serapan Gabah Dikejar Target
(MI/Bagus Suryo)

HINGGA pertengahan Mei, penyerapan gabah petani di di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, masih rendah, sekitar 34% dari target 52 ribu ton. Selain persoalan harga, Perum Bulog dinilai kurang gesit dan hanya mengandalkan mitra kerja. Hal itu dikatakan Komandan Kodim 0723/Klaten Letkol Inf Bayu Jagat dalam forum rapat koordinasi serapan gabah petani (sergap) di Aula Dinas Pertanian Klaten, Selasa (24/5). Rakor tersebut juga dihadiri Kepala Dinas Pertanian Wahyu Prasetyo, Kasubdivre Bulog Surakarta M Rizal Mulyawan Latif, Bhabinsa, dan pengusaha penggilingan padi di wilayah Klaten. Musim panen di Klaten masih tersisa hingga Juni mendatang. Bayu berharap penyerapan gabah petani bisa dioptimalkan lagi untuk mengejar target, dengan pendampingan para Bhabinsa dan Danramil. “Target penyerapan gabah petani 52 ribu ton bisa tercapai jika hasil panen Mei dan Juni terserap,” pungkasnya..

Produksi padi di Kabupaten Kulonprogo, DIY, selama Januari-April 2016 menurun jika dibandingkan dengan periode sama tahun sebelumnya. Tercatat tingkat produksi mencapai 42.038 ton gabah kering giling dengan luasan tanam 6.840 hektare. “Angka tersebut sifatnya masih sementara berdasarkan analisis dan laporan dari lapangan,” kata Kasi Serelia Bidang Tanaman Pangan pada Dinas Pertanian dan Kehutanan Kulonprogo, Wazan Mudzakir. “Penurunan produksi padi terjadi akibat anomali cuaca dan serangan hama, seperti patah leher dan wereng yang menyerang secara merata di wilayah ini,” kata dia.

Kepala Dispertan Kulonprogo Bambang Tri Budi mengaku pesimistis Kulonprogo akan mencapai swasembada beras pada 2016. Karena serangan hama pula, Bulog Subdivre Wates, Kabupaten Kulonprogo, meminta masyarakat penerima raskin maklum karena beras yang disalurkan bulan ini banyak yang patah atau remuk. Sementara itu, pendistribusian raskin di Kota Sukabumi, Jawa Barat, bagi rumah tangga sasaran alokasi Juli 2016 akan dipercepat sebelum Ramadan agar penerima hak tidak khawatir kekurangan persediaan beras. (JS/AU/BB/N-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya