Manajemen Asing Bakal Atur Penerbangan Indonesia

Irene Harty
21/5/2016 15:08
Manajemen Asing Bakal Atur Penerbangan Indonesia
(MI/PANCA SYURKANI)

DUNIA penerbangan Indonesia masih dalam tataran rawan terutama dalam manajemen lalu lintas udaranya. Hal itu dikemukakan leh pengamat penerbangan, Chappy Hakim dalam sebuah diskusi di Menteng, Jakarta, Sabtu (21/5).

"Kita belum pada tataran mampu manage air traffic flow, apa itu domestik internasional atau over flying, satellite base, tapi sebentar lagi ada platform global aviation safety per region, Eropa, Amerika Serikat, dan Asia," paparnya.

Untuk wilayah Asia, dikatakan Chappy, sedang diperebutkan Australia, Thailand, dan Singapura yang memiliki ambisi dan kemampuan. Indonesia sendiri belum mampu berkompetisi karena masih banyaknya kekurangan dari sisi sumber daya manusia dan infrastruktur.

Jika memang salah satu dari negara itu mendapat posisi itu maka akan sangat miris untuk Indonesia yang memiliki wilayah udara luas.

"Bayangkan saja, kalau kita terbang dari Jakarta-Bandung mesti minta izin negara lain. Harus sesuai dengan platform global aviation safety," lanjut Chappy.

Sementara itu anggota Kadin Amir Karamoy mengemukakan kejadian-kejadian dalam penerbangan Indonesia memengaruhi penilaian dunia terhadap penerbangan nasional. Indonesia dinilai tidak siap memegang peran penting dalam pengaturan lalu lintas udara per kawasan. Hal itu perlu ditindak tegas oleh pemerintah sesuai aturan yang telah dibuat.

Selama ini meski aturan telah banyak dibuat, implementasinya masih sangat minim. "Law enforcement itu yang penting tapi enggak ada di Indonesia," tukasnya. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya