Waktu Memuat Situs semakin Lama

MI
19/6/2015 00:00
Waktu Memuat Situs semakin Lama
(MI/SENO)
PERPUTARAN roda saat memuat (loading) laman situs (website) internet sepertinya kian berat dan lama. Tenang, bukan hanya Anda yang mengalami hal itu, seluruh dunia mengalami hal yang sama.

Menurut data dari HTTP Archive, rata-rata situs internet saat ini sebesar 2,1 megabita (MB) atau dua kali lebih cepat dari rata-rata besaran situs pada tiga tahun lalu.

Tambahan beban itu dipicu beberapa hal. Pertama, tampilan website kini banyak ditambah ikon seperti lebih banyak video, gambar, plug-in untuk komentar, dan fitur lainnya.

Tambahan fitur-fitur itu memang mempercantik laman, tetapi di sisi lain juga menyumbat pipa broadband dan spektrum nirkabel.

Di samping itu, situs-situs saat ini juga memasukkan pelacak data untuk menganalisis jumlah pengunjung dan menggenjot penggunaan situs mereka.

Alat pelacak data dari pihak ketiga itu jugalah yang membebani kerja jaringan dan memperlambat situs. Foto dan video yang semakin besar porsinya di dalam sebuah website juga nyatanya membuat ukuran website berkembang. Bahkan, porsi foto dan video sering menghabiskan hampir tiga per empat dari ukuran website.

Dari situ, sudah seharusnya pengembang (developer) membuat banyak versi website untuk menyesuaikan formatnya. Apalagi sekarang sudah banyak jenis ponsel pintar, tablet, jam tangan, dan teknologi lain yang membutuhkan internet. Beberapa situs, misalnya, punya lebih dari 50 ukuran gambar yang berbeda. Kompleksitas tambahan tersebut membutuhkan lebih banyak kode untuk menjalankan website.

"Pergeseran permintaan dan konsumsi dari desktop ke ponsel memberi dampak terbesar pada kinerja website," kata VP of Web Akamai Craig Adams kepada CNN Money, Selasa (16/6).

Akamai ialah jaringan pengiriman layanan konten yang melayani 15%-30% dari semua lalu lintas online setiap hari. Dari semua ini, situs juga menggunakan enkripsi yang kuat untuk membuat situs lebih aman. Perisai diri situs itu nyatanya juga membutuhkan banyak kode yang memberatkan.

Lebih lanjut, komponen yang telah tumbuh paling besar dalam ukuran ternyata ialah jenis aksara (font). Pengembang selalu menciptakan font unik untuk membuat situs mereka lebih baik daripada yang lain.

Tiga tahun lalu, ukuran perpindahan huruf hanya membebani kurang dari 1% dari berat halaman web, kini proporsinya hingga 5%.

Sebenarnya, ada berbagai faktor lain yang menyebabkan perlambatan dalam loading situs, seperti kemacetan jaringan, kekuatan pemrosesan, jenis browser, dan jumlah program lain dan tab yang telah terbuka.

Dari ini semua, jaringan global memang melambat. Semua hal itu memperlambat jaringan dalam hitungan milidetik. Tantangan bagi lambatnya membuka halaman web, orang akan memilih browsing ke situs pesaing yang lebih cepat. (Jessica Sihite/E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya