Perusahaan Rusia Akan Bangun Kilang Minyak di Tuban

20/5/2016 20:31
Perusahaan Rusia Akan Bangun Kilang Minyak di Tuban
(ANTARA/FB ANGGORO)

MENTERI Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno mengatakan perusahaan minyak dan gas Rusia, Rosnaft, akan menandatangani kerja sama pembangunan kilang minyak di Tuban, Jawa Timur, bernilai total investasi US$13 miliar

"Tiga belas miliar pada dasarnya full kilang grass root refinery, yang produksi BBM, yaitu solar dan nafta yang proses lebih lanjut ke aromatik dan petro chemical," kata Rini ditemui di Sochi, Rusia, seusai mendampingi Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerima kunjungan kehormatan CEO Rosnaft, Igor Sechin, Jumat (20/5).

Menurut Rini, dengan adanya kilang minyak Tuban itu, maka dapat menambah cadangan minyak nasional di dalam negeri. Rosnaft, menurut Rini, menekankan kilang di Tuban dapat menjadi penghubung perdagangan minyak regional ke sejumlah daerah maupun ke luar negeri seperti Filipina.

Kesepakatan yang akan ditandatangani pada Kamis pekan depan (26/5) akan membentuk tim usaha patungan guna melakukan studi lapangan untuk seismik guna mempelajari kilang yang sesuai dengan kontur tanah di Tuban.

"Kita targetkan dapat pembangunan full 2018. Presiden tekankan harusnya bisa dilakukan di akhir 2017. Mereka beri janji kepada Presiden, akan kerja sekeras mungkin untuk bisa capai yang diharapkan," tutur Rini.

Ia mengatakan, target pembentukan tim usaha patungan akan selesai pada akhir 2016. "Kita harap dalam tiga bulan selesai," kata Rini.

Selain itu, pihak Rosnaft memastikan perpanjangan sewa hak tanah untuk kilang minyak di Tuban selama 30 plus 10 tahun. "Presiden menekankan pasti hampir selalu, bila lancar, bisa diteruskan jadi 50 tahun. Sudah banyak pengalaman hal itu terjadi," katanya.

Selain itu, Rosnaft juga berkomitmen kepada PT Pertamina untuk dapat berpartisipasi dalam pengelolaan ladang-ladang minyak di Rusia. Menurut Rini, Rusia saat ini sedang melakukan studi kelayakan mencari ladang minyak yang tepat bagi Indonesia.

Ia mengatakan, pemerintah sedang mengkaji agar ladang minyak itu memiliki cadangan sebesar 200 juta barel dengan target produksi 35 ribu barel per hari.

Rini menngemukakan, kemungkinan Rosnaft dapat menyiapkan dua hingga tiga lahan minyak di Rusia. Presiden Jokowi telah menerima CEO perusahaan energi dan pertambangan Rosneft Igor Sechin di Hotel Radisson Blu.

Dirut Pertamina, Dwi Soetjipto, menambahkan bahwa dalam kerja sama antara Rosneft dengan Pertamina nantinya, Pertamina akan memiliki peran yang lebih besar. Senada dengan apa yang dikatakan Dirut Pertamina, Rini Soemarno juga menerangkan bahwa bentuk kerja sama antara keduanya akan berupa joint venture. (Ant/RO/OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya