Ulah Spekulan Makin Tekan Rupiah

Nuriman Jayabuana
20/5/2016 18:54
Ulah Spekulan Makin Tekan Rupiah
(ANTARA/M Agung Rajasa)

PELEMAHAN nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika dinilai akibat ulah spekulan merespons pertemuan FOMC yang mengindikasikan kemungkinan kenaikan Fed Fund Rate. Pada perdagangan Jumat (20/5) kurs rupiah ditutup pada posisi Rp 13.608.

Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro mengungkapkan sebenarnya kebijakan pemerintah sudah cukup untuk mendorong penguatan rupiah. “Itu kan lebih karena pengaruh global, ulah spekulan yang pasti. Kalau rupiah mengikuti perkembangan global, dari sisi kebijakan fiskal dan moneter sudah menjalankan tugasnya,” ujar Bambang di Jakarta, Jumat (20/5).

Padahal menurutnya, selama ini kenaikan FFR selalu berimplikasi terhadap penguatan rupiah. “Kenaikan Fed, ya Rupiah menguat,” jelasnya.

Sebelumnya, Bambang telah menyampaikan asumsi makro 2017 kepada parlemen. Pada kesempatan tersebut, ia menyampaikan perkiraan kurs rupiah pada posisi Rp13.650-13.900 per USD selama 2017.

Sejumlah faktor risiko dinilai bakal memberi tekanan kepada rupiah. “Tapi membaiknya kondisi fundamental ekonomi dan komitmen pemerintah dalam mendorong investasi diharapkan bisa dorong stabilitas kurs rupiah,” ujar Bambang.

Selain itu, ia juga menyampaikan beberapa indikator perekonomian dalam asumsi makro 2017. Pertumbuhan ekonomi diperkirakan berada pada rentang 5,3-5,9 persen selama 2107.Untuk mencapai target tersebut, pemerintah mengupayakan inflasi mampu bertahan di kisaran 3-5 persen

Sementara itu, harga minyak mentah Indonesia (Indonesia Crude Price/ICP) per barel dibanderol pada kisaran 35-45 USD. Target produksi atau lifting minyak dipatok sebesar 740-760 ribu barel per hari. Sedangkan target lifting gas di kisaran 1,05-1,15 juta barel per hari. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya