LPS Gaet Enam Kantor Akuntan Publik

Nuriman Jayabuana
20/5/2016 18:08
LPS Gaet Enam Kantor Akuntan Publik
(ANTARA/Humas LPS)

LEMBAGA Penjamin Simpanan (LPS) menjalin kerja sama dengan enam kantor akuntan publik. Sejumlah kantor akuntan publik tersebut bakal membantu LPS menilai kualitas aset untuk menentukan opsi penyelamatan bank gagal.

“Penilaian LPS harus mendekati penilaian market terhadap kualitas aset dan kewajiban bank gagal. Untuk itu sangat penting nilai aset perbankan diniilai secara akurat dengan bantuan KAP,” ujar Kepala Eksekutif LPS Fauzi Ichsan, Jumat (20/5).

Enam kantor akuntan publik yang menyepakati kesepahaman dengan LPS antara lain Ernst & Young, RSM Indonesia, BDO, KPMG, Price Waterhouse Cooper, dan Deloitte. Seperti diketahui, beban penyelamatan bank pailit sepenuhnya dialihkan kepada LPS ketika aturan pencegahan dan penanganan krisis sistem keuangan disahkan parlemen.

“Memang kita tentunya berharap tidak akan terjadi krisis perbankan. Tapi perlu persiapan jika harus menghadapi keadan kritis di sektor perbankan. Maka, kita butuh expert yang bisa langsung membantu kita,” ujar Fauzi.

Opsi penyelamatan bank gagal telah bertambah usai penetapan UU PPKSK. “Bila tadinya hanya bisa dengan penyertaan modal sementara yang tentunya sangat mahal. Kita juga diberi dua opsi pain, purchase and assumpstion dan bridgebank,” ujar Fauzi.

Skema purchase and assumption memungkinkan pemisahan aset yang sehat dari balance sheet untuk kemudian ditawarkan kepada investor. Sementara itu, skema bridgebank memungkinkan LPS untuk melimpahkan aset bank gagal kepada bank perantara.

“Opsi-opsi tersebut belum pernah dilakukan di indonesia. Least cost test akan dilakukan untuk menetapkan opsi termurah, sehingga tentunya perlu bantuan expert sebelum mengeksekusinya,” kata Fauzi. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya