Asumsi Dasar Ekonomi Makro 2017 Akan Membaik

Indriyani Astuti
20/5/2016 16:15
Asumsi Dasar Ekonomi Makro 2017 Akan Membaik
(ANTARA/Yudhi Mahatma)

SEJALAN dengan pemulihan ekonomi global, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2017 diperkirakan lebih baik dibanding 2016. Hal itu dikatakan Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro saat menyampaikan keterangan pemerintah atas kerangka ekonomi makro dan pokok-pokok kebijakan fiskal 2017 dalam rapat paripurna DPR, Jumat (20/5).

Bambang menyampaikan, dengan mempertimbangkan faktor-faktor yang ada seperti peningkatan anggaran infrastruktur untuk mendorong investasi dan daya beli masyarakat, pertumbuhan ekonomi 2017 diperkirakan mencapai 5,3%-5,5% persen.

Selain itu, langkag pemerintah dalam menjaga stabilitas harga terutama bagan pokok dan energi menadi kunci pelaksanaan program-program pengendalian inflasi. Oleh karena itu, koordinasi kebijakan fiskal , moneter dan sektorl rill yang semakin baik merupakan modal kuat untuk terciptanya tingkat inflasi yang rendah dan stabil.

"Dengan memperhatikan faktor tersebut, maka inflasi tahun 2017 diperkirakan bergerak pada kisaran 4,0 (plus minus) 1,0 persen," kata dia.

Berkenaan dengan stabilitas nilai tukar, lanjut Bambang, pergerakan rata-rata nilai rupiah terhadap Dollar AS pada 2017, diperkirakan bergerak pada kisaran Rp13.650-Rp13.900 per dolar AS.

Bambang juga menjelaskan pada 2017 permintaan minyak diperkirakan meningkat disebabkan oleh peningkatan kebutuhan energi dalam rangka pemulihan ekonomi global. Tapi di sisi lain, kenaikan permintaan tidak disertai tambahan pasokan minyak dunia. Berdasarkan perkembangan di atas, harga minyak mentah Indonesia yang bergerak searah dengan pergerakan harga minyak dunia, rata-rata diperkirakan berada pada kisaran US$35-US$45 per barel.

"Sementara itu, lifting minyak dan gas bumi pada 2017 sekitar 1.790-1.910 ribu barel per hari," kata Bambang. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya