Gerindra Minta Penghematan

Arif Hulwan
19/5/2016 21:58
Gerindra Minta Penghematan
()

ASUMSI makro yang terlalu ambisius di APBN 2016 tak ingin terulang di APBN-Perubahan 2016 yang mulai dibahas pada Juni. Pengencangan ikat pinggang lebih disarankan. Penyertaan Modal negara (PMN) untuk BUMN pun bakal dikritisi.

Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani mengatakan, hal yang sejak awal dipandang pesimistis pihaknya di APBN 2016 adalah target penerimaan negara yang tinggi terutama dari sektor pajak. Pihaknya akan meneliti secara seksama apa yang diajukan Pemerintah dalam Rancangan UU APBN-P 2016 kelak.

"Kami beri perhatian besar pada defist yang begitu besar dan merosotnya penerimaan. Kami akan sangat berhati-hati dalam pembahasannya, dan akan tetap bersikap kritis agar sumber keuangan yang makin terbatas itu dimanfaatkan maksmimal dan lebih maksimal untuk kepentingan rakyat," kata dia, Kamis (19/5).

Muzani menggarisbawahi perlunya mempertahankan pengeluaran negara yang memang menyentuh langsung masyarakat walaupun penerimaan negara sedang kurang kondusif. Misalnya, BPJS Kesehatan dan subsidi pendidikan lewat Kartu Indonesia Pintar.

Sementara, pengeluaran bagi proyek prestisius seperti Asian Games 2018 dipandang mesti ditinjau ulang agar tak terlalu jor-joran. Di samping itu, Gerindra berancang-ancang kembali menepis usulan PMN bagi BUMN dengan nilai sekitar Rp 48 trilun.

"Rp 48 triliun untuk basis BUMN ini terlalu besar dan akan kerepotan sendiri. BUMN memang penting untuk negara dalam korporasi, tapi kalau hanya untuk memperkuat BUMN, bukan sektor lain, ini jadi masalah. Kami akan lihat besok (RAPBN-P)," tandas dia. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya