BI Revisi Target Pertumbuhan Ekonomi

Anastasia Arvirianty
19/5/2016 21:53
BI Revisi Target Pertumbuhan Ekonomi
(ANTARA)

BANK Indonesia (BI) memandang stabilitas makroekonomi masih terjaga. Hal tersebut tercermin dari inflasi yang terkendali, defisit transaksi berjalan yang membaik, dan nilai tukar yang relatif stabil.

Sehingga, bank sentral memutuskan untuk tetap mempertahankan suku bunga acuan 6,75%, dengan suku bunga Deposit Facility sebesar 4,75% dan Lending Facility sebesar 7,25%, berlaku efektif sejak 20 Mei 2016.

BI juga mengumumkan BI 7-day (Reverse) Repo Rate tetap sebesar 5,5%, dengan demikian, struktur suku bunga atau term structure operasi moneter Bank Indonesia tidak mengalami perubahan.

Meski begitu, Gubernur BI Agus Martowardojo mengatakan, melihat kondisi ekonomi global yang diperkirakan masih akan tumbuh melambat di 2016, membuat BI melakukan sedikit revisi terhadap target pertumbuhan ekonomi Indonesia, dari yang tadinya berada di angka 5,2%-5,6% secara y-o-y menjadi 5%-5,4% y-o-y.

"Kondisi Amerika Serikat masih solid, perekonomian Eropa juga masih terbatas dan dibayangi isu brexit (British Exit), sehingga global masih cenderung tertekan. Perkiraan pertumbuhan ekonomi memang sedikit lebih rendah, tetapi masih di level yang cukup tinggi," ujar Agus dalam konferensi pers pasca Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI bulanan, di Gedung BI, Jakarta, Kamis (19/5).

Deputi Gubernur BI Perry Warjiyo menambahkan, pihaknya melihat memang masih perlu dilakukan penguatan lebih lanjut khususnya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dengan tetap menjaga stabilitas. Ia mengakui, stimulus fiskal masih belum mampu mendorong investasi swasta sebab permintaan investasi swasta yang belum meningkat.

"Selain itu, tentu saja untuk segi permintaan yang masih belum kuat dari sisi konsumsi maupun permintaan global yang belum meningkat. Ini yang membuat pertumbuhan ekonomi masih belum maksimal dan menjadi suatu aspek yang perlu ditangani meski stabilitas makroekonominya sudah terjaga," terang Perry.

Namun, kondisi tersebut juga memberi angin segar, sebab, Agus menuturkan, akan ada kemungkinan untuk memanfaatkan lebih awal ruang pelonggaran moneter apabila stabilitas makroekonomi tetap terjaga. "Transmisi kebijakan moneter melalui jalur suku bunga, berjalan semakin baik, demikian pula persiapan implementasi reformulasi suku bunga acuan," jelasnya. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya