Harga Properti di Bali Meningkat 0,36%

(Ant/S-2)
20/5/2016 00:39
Harga Properti di Bali Meningkat 0,36%
(ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana)

SURVEI yang digelar Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali menunjukkan pertumbuhan harga properti residensial meningkat di pasar primer pada triwulan I 2016 sebesar 0,36% jika dibandingkan dengan periode sebelumnya. "Berdasarkan tipe rumah, peningkatan harga secara triwulanan terjadi pada semua tipe rumah baik kecil, menengah, maupun besar," kata Kepala Perwakilan BI Bali Dewi Setyowati di Denpasar, Minggu (15/5). Menurut dia, peningkatan itu lebih tinggi daripada triwulan IV 2015 yang mencapai 0,34%. Peningkatan harga tertinggi terjadi pada rumah tipe kecil dengan kenaikan 0,57% diikuti rumah tipe menengah 0,36% dan tipe besar 0,16%. Secara tahunan, pertumbuhan harga properti residensial primer di triwulan berjalan juga meningkat dari 1,77% pada triwulan IV 2015 menjadi 1,87% pada triwulan I 2016.

Berdasarkan tipe rumah, peningkatan kenaikan harga terjadi pada semua tipe rumah dengan kenaikan harga terbesar terjadi pada rumah tipe menengah, yaitu 2,19% jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Hasil survei menyebutkan beberapa faktor mendorong kenaikan harga properti residensial, yakni kenaikan harga bahan bangunan sebesar 30%, kenaikan upah pekerja (27%), biaya perizinan (25%), adanya penambahan fasilitas umum di perumahan (9%), dan faktor lainnya (9%). Disebutkan juga bahwa pembiayaan bank dan dana internal perusahaan tetap menjadi sumber utama pembiayaan pembangunan properti residensial, masing-masing sebesar 59% dan 35%. Fasiltas kredit pemilikan rumah (KPR) tetap menjadi pilihan utama pembiayaan konsumen untuk semua tipe rumah.

Untuk tipe rumah kecil sampai dengan tipe 36, persentase konsumen yang menggunakan fasilitas KPR mencapai 80,53%, tipe rumah menengah tipe (36-70) 82,8%, dan tipe rumah besar (di atas 70) 73,33%. Kondisi tersebut menunjukkan responden optimistis perkembangan properti akan semakin membaik pada triwulan II 2016. Peningkatan harga properti residensial di pasar primer tertinggi diperkirakan terjadi pada jenis rumah tipe menengah yang mencapai 1,95%, sedangkan untuk tipe rumah besar dan kecil masing-masing diperkirakan meningkat 0,83% dan 0,65%. Survei harga properti residensial di pasar primer dilakukan terhadap perusahaan pengembang perumahan yang melakukan transaksi penjualan di wilayah Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi, yang dilakukan secara triwulanan. Data yang dikumpulkan meliputi harga jual rumah, harga jual tanah, jumlah rumah yang dibangun, dan jumlah rumah yang dijual.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya