Saka Energi Intensifkan Eksplorasi

Jajang Sumantri
18/5/2016 21:24
Saka Energi Intensifkan Eksplorasi
(MI/Susanto)

PT Saka Energi Indonesia, anak usaha PT Perusahaan Gas Negara (persero) Tbk gencar mengeksplorasi potensi migas di beberapa lapangan migas yang menjadi wilayah kerja mereka. Hal ini dilakukan seiring penurunan biaya operasional dan penyewaan alat dari para kontraktor seiring sepinya kegiatan pengeboran akibat rendahnya harga minyak mentah global.

"Ini saatnya untuk menggalakkan eksplorasi karena biaya operasional memang turun. Investasi memang menurun, namun aktivitas eksplorasi bisa lebih banyak dilakukan karena biaya lebih murah. Ini hasil upaya industri migas untuk menyesuaikan biaya dengan mengikuti harga minyak global," kata Chief Operation Officer Saka Energi Tumbur Parlindungan di Jakarta, Rabu (18/5).

Dengan beragam upaya efisiensi, imbuhnya, pihaknya mampu melakukan kegiatan eksplorasi dengan kisaran harga harga minyak US$25 per barel untuk kegiatan di lepas pantai (offshore).

"Di tengah kelesuan industri migas karena harga minyak yang rendah, kami mengalokasikan 40 % bujet untuk eksplorasi. Pada November 2016 akan akan memulai ekplorasi di Blok Pangkah, Jawa Timur dan dan blok South Sesulu Kalimantan Timur," terangnya.

Saat ini total produksi migas Saka Energi sekitar 30 ribu barel setara minyak per hari (BOEPD) yang berasal dari delapan blok migas yang dimiliki perseroan di dalam negeri. Blok Pangkah memberi kontribusi terbesar bagi produksi migas perseroan dengan produksi sekitar 14 ribu barel setara minyak per hari (boepd) yang terdiri dari gas 53 juta kaki kubik per hari (mmscfd) dan minyak di kisaran 4.500 barel per hari.

Produksi migas Saka juga diperoleh dari blok Ketapang 20% dan blok South East Sumatera sebesar 8,9%. Sisanya dikontribusikan blok shale gas di Amerika Serikat. Pada 2014, PGN mengakuisisi 36% hak partisipasi Blok Shale Gas Fasken di Amerika Serikat dari Swift Energy yang mampu memproduksi gas hingga 150 MMSCFD).

Menurutnya, dengan investasi langsung pada lapangan gas dan bukan pembelian saham perusahaan di blok Fasken, maka keekonomian investasi tidak terpengaruh oleh nilai perusahaan partner. Selain itu, imbuhnya, hal itu juga membuat banyak tenaga ahli Saka yang terlibat langsung dalam proses produksi shale gas di blok Fasken.

"Hal ini sejalan dengan tujuan investasi Saka di blok ini yaitu menguasai teknologi know-how, manufacturing process dalam eksploitasi serta menyediakan sumber energi bagi kebutuhan Indonesia ke depan. Selain itu bila dibutuhkan gas itu bisa saja dibawa ke Tanah Air dengan metode swap (tukar) dengan gas yang diekspor ke AS," tandasnya. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya