Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN usaha milik daerah Provinsi Fujian, Tiongkok Fujian Investment and Development Group Co Ltd, melalui anak usaha mereka, Fujian Mintou Electric Power Co Ltd, berminat investasi pembangunan pembangkit listrik di Tanah Air. Perusahaan yang bergerak di bidang energi itu sedang mengumpulkan dan mencari informasi untuk bisa berinvestasi di Indonesia.
"Kita saat ini sangat berminat untuk berinvestasi di luar negeri dan saya mengharapkan perusahaan investasi kami dapat memiliki kesempatan untuk berinvestasi di Indonesia," terang Direktur Eksekutif & General Manager Fujian Mintou Electric Power Co Ltd, Zhang Gongquan, di Kantor CSCEC Strait Fuzhou, Jumat (13/5), seperti dilaporkan wartawan Media Indonesia, Dero Iqbal Mahendra.
Dengan adanya kebutuhan akan listrik yang tinggi di Indonesia untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, Zhang berharap bisa turut ambil bagian dalam proyek 35 ribu Mw yang dicanangkan pemerintah.
Sebelumnya, perusahaannya memang sudah melakukan beberapa investasi di Eropa dan juga Afrika. Namun, kali ini dirinya ingin fokus dalam investasi ke Asia, khususnya di Indonesia.
"Kami akan fokus untuk berinvestasi di Jawa, Sumatra, dan juga Sulawesi. Dengan besarnya peluang yang ada, kami akan memilih dua sampai tiga lokasi sebagai fokus dari investasi kami. Sebagai awalan, kami akan berinvestasi di bidang listrik, dan bila sukses, kami juga akan berinvestasi di sektor-sektor lain di Indonesia," ungkap Zhang.
Untuk besaran investasi, Zhang belum bisa mengungkapkan jumlah rencana investasi itu. Namun, ia meyakinkan bahwa pihaknya memiliki dana yang lebih dari cukup untuk bisa berinvestasi di Indonesia.
Sebagai informasi, Fujian Mintou Electric Power juga memiliki lima bidang investasi lain selain pembangkit listrik, yakni air, gas, industri, kereta api, jasa, dan perbankan.
Aset perusaaan itu saat ini telah lebih dari RMB100 miliar (Rp204,1 triliun) yang belum termasuk aset portofolio yang sudah lebih dari RMB400 miliar (Rp816,42 triliun).
"Pertumbuhan portofolio) kita mencapai 40%-50% per tahun. Dengan keinginan besar Indonesia untuk menarik investasi, kita berniat untuk ke sana. Sebab jika dibandingkan dengan Filipina, Indonesia masih jauh lebih baik dan menarik," ujar Zhang.
Meski saat ini belum mengajukan proposal rencana investasi bisnis ke BKPM, Zhang mengaku telah bertemu Kepala BKPM Franky Sibarani dalam <>one on one meating saat Franky mengunjungi Tiongkok, Maret lalu, di Shanghai.(Dro/E-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved