Tawaran dari Negeri Tirai Bambu

Dero Iqbal Mahendra, Laporan dari Fuzhou
17/5/2016 09:17
Tawaran dari Negeri Tirai Bambu
()

DALAM berbagai pertemuan bilateral antara pemerintah Indonesia dan Tiongkok beberapa waktu lalu, topik pembiayaan infrastruktur menjadi perbincangan paling menarik.

Contohnya saat Menko Perekonomian Darmin Nasution menawari pemerintah 'Negeri Tirai Bambu' bekerja sama membiayai sembilan proyek infrastruktur prioritas di Indonesia.

Dengan semakin dekatnya hubungan diplomasi dan kerja sama perdagangan antara Indonesia dan Tiongkok, salah satu perusahaan konstruksi asal negara itu, CSCEC Strait Construction and Development Co Ltd (CSCEC Strait), menyatakan siap berinvestasi dan mengerjakan berbagai proyek infrastruktur yang ada di Indonesia.

"Kami sangat serius dan berminat masuk ke Indonesia dan bermitra dengan perusahaan Indoneia untuk berinvestasi serta mengerjakan proyek infrastruktur dan konstruksi di Indonesia," terang General Manager CSCEC Strait kantor perwakilan Indonesia Liu Yueyun di kantor pusat CSCES Strait di Fuzhou, Tiongkok, Jumat (13/5).

Saat ini, anak usaha perusahaan BUMN konstruksi terbesar di Tiongkok, yakni China State Construction Engineering Corp Ltd itu sudah mendirikan kantor perwakilan di Indonesia pada tahun lalu guna mewujudkan harapan untuk bisa membantu di proyek infrastruktur.

Perusahaan menjalin kerja sama dengan perusahaan konstruksi Indonesia, Nusa Konstruksi Enjiniring, untuk membangun gedung perkantoran Sudirman 78 di Jakarta.

"Kami akan selalu mencari mitra kerja dalam mengerjakan proyek-proyek infrastruktur di Indonesia. Kami juga ingin membagi pengalaman kami dan pengetahuan kami dengan partner kami di Indonesia sehingga dapat tercipta hubungan yang harmonis untuk jangka panjang," terang Liu.

Deputy CEO dari CSCEC Strait Fuzhou Lin Xiangwu mengatakan saat ini merupakan momentum yang tepat untuk pembangunan infrastruktur dengan adanya pemulihan ekonomi dan dukungan pemerintah.

"Kita sudah memulai upaya memasuki pasar Indonesia dengan proses B to B (business to business), sebab jauh lebih fleksibel dan lepas dari hubungan G to G sambil menyesuaikan diri dengan kondisi Indonesia," jelas Lin.

Menurut Lin, pihaknya juga menawarkan solusi bagi Indonesia bila memang terdapat kendala finansial dalam pembangunan infrastruktur. Pihaknya akan mencarikan solusi untuk masalah tersebut, termasuk membuka jaringan dalam pendanaan.

Lin mengungkapkan tahun lalu perusahaan mampu meraup omzet hingga 19,2 miliar yuan (sekitar Rp39,2 triliun) dengan laba bersih mencapai 700 juta yuan (Rp1,42 triliun). Perusahaan menargetkan tahun ini dapat mencapai omzet 23 miliar yuan (Rp46,9 triliun dengan profit 800 juta yuan (Rp1,63 triliun).

Pembangunan SDM
Pada kesempatan sama, Advisior of CSCEC Strait kantor perwakilan Indonesia Zhang Yanning berharap, dengan kerja sama CSCES Strait dan perusahaan konstruksi Indonesia, akan terjadi proses alih teknologi di antara kedua pihak.

"Kita mungkin memiliki keunggulan teknologi dan manajemen dalam pengerjaan suatu proyek yang bisa di pelajari tenaga kerja Indonesia dan kami yakin juga akan ada banyak hal yang bisa kami pelajari dari kontraktor Indonesia," jelas Zhang.(E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Panji Arimurti
Berita Lainnya