Askrida Perkuat Strategi Perluasan Pasar

16/5/2016 23:11
Askrida Perkuat Strategi Perluasan Pasar
(Foto Istimewa)

MENYONGSONG kuartal kedua 2016, PT Asuransi Bangun Askrida (Askrida) menetapkan sejumlah strategi perusahaan, antara lain melalui program ekstensifikasi yang meliputi perluasan pangsa pasar melalui pengembangan jalur distribusi, dan menambah sejumlah kantor pemasaran untuk lebih dekat dengan sumber bisnis.

Direktur Pemasaran Askrida Havizal Rahman mengatakan, pihaknya juga berniat mempertahankan dan meningkatkan bisnis eksisting dengan tetap fokus menggarap pasar captive dengan Bank Pembangunan Daerah (BPD), sekaligus lebih intensif menggarap pasar non-captive di luar pasar BPD.

"Kami juga memperbaiki sarana infrastruktur perusahaan antara lain dengan lebih mengoptimalkan bidang teknologi informasi. Ini salah satu langkah strategis Askrida dalam pengembangan program interkoneksi dengan mitra usaha BPD, sehingga hubungan bisnis dapat dilakukan dengan cepat, tepat, dan efisien," ujar Havizal, Minggu (15/5).

Lebih lanjut Havizal menyampaikan pihaknya juga akan melakukan langkah ekspansif dengan rencana penambahan produk baru yang dibutuhkan oleh masyarakat. "Dengan demikian, diharapkan bisa lebih melengkapi produk eksisting yang dimiliki perusahaan," urainya.

Havizal menyampaikan Askrida yang sahamnya dimiliki oleh BPD, termasuk beberapa dana pensiun dari BPD sebesar 59,5% dan 40,5% sisanya oleh pemerintah provinsi (Pemprov) di seluruh Indonesia, secara umum kinerja perusahaan pada 2015 telah melampaui target yang ditetapkan.

"Sepanjang tahun lalu, kami berhasil meningkatkan kinerja dengan meraup laba setelah pajak naik 19% ketimbang tahun sebelumnya, menjadi sebesar Rp182,09 miliar," tuturnya.

Adapun untuk produksi premi bruto mengalami kenaikan sebesar 20% jadi Rp2,179 triliun, aset naik 7% jadi Rp2,075 triliun, ekuitas naik 19% menjadi Rp576,54 miliar, return on asset (ROA) mencapai 8,72%, return on equity (ROE) mencapai 31,38% dan risk based capital (RBC) mencapai 207,98%.

"Produksi premi Akrida sebesar 50% tercatat dari asuransi kredit usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Adapun 25% dari asuransi properti dan 15% dari penjaminan proyek atau surety bond, serta sisanya dari premi asuransi lainnya," tambahnya.

Pada kesempatan itu, Havizal juga mengungkapkan, Askrida yang tercatat sebagai perusahaan asuransi dan bertengger di jajaran 10 besar terbaik di Indonesia itu berhasil meraih penghargaan Top BUMD 2016. (RO/OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya