Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
PT Bank Mandiri (Persero), Tbk mencatatkan laba yang diatribusikan kepada perseroan Rp3,8 triliun. Jumlah itu turun 25,7% year-on-year dari laba periode yang sama tahun lalu.
Padahal, pendapatan bunga bersih dan premi bersih Mandiri masih tumbuh 19,7% menjadi Rp13,037 triliun dari pendapatan periode yang sama tahun lalu Rp10,944 triliun.
Menurut Direktur Finance&Treasury Bank Mandiri Pahala N Mansury laba kuartal I susut lantaran dicadangkan Rp4,59 triliun untuk restrukturisasi kredit. Periode lalu pencadangannya hanya Rp1,549 triliun.
"Kalau kita lihat pendapatan operasional sebelum pencadangan masih tumbuh 19%, bunga bersih 20%, bunga plus premi 21%. Ini yang memang perlu dicermati. Kondisi dari operasional perusahaan masih baik seklai. Tapi karena butuh pencadangan, antisipasi kuartal 3 dan 4, laba bersihnya tinggal Rp3,81 triliun," kata Pahala dan konferensi pers di Jakarta, Senin (16/5).
Menurut Pahala antisipasi kredit macet untuk kuartal berikutnya perlu dilakukan mengingat perlambatan ekonomi kali ini memberikan dampak yang bertahap. Pahala mengurai kredit sektor menengah merupakan yang paling rentan gagal bayar menghadapi situasi ini.
"Sektor menengah yangvharus diwaspadai, karena kalau industrinya terkena dampak, kemampuan bayarnya langsung melemah," jelas Pahala.
Sektor korporasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah menjadi yang paling tahan menghadapi situasi ini. "Consumer juga masih baik, pembayaran end user masih bagus," ungkap Pahala.
Direktur Utama Bank Mandiri Kartika Wirjaatmadja mengatakan tahun ini ditargetkan menjadi tahun terakhir Mandiri melakukan konsolidasi kualitas kredit. Tahun ini tingkat non perforoming loan (NPL) mandiri kuartal I memang mengalami peningkatan yang cukup signifikan. NPL gross perbankan meningjat dari 1,81% menjadi 2,89%. NPL konsolidasi dengan anak usaha malah mencatatkan angka yang lebih tinggi yakni 3,18%.
Direktur Pengendalian Resiko Bank Mandiri Ahmad Sidik Badrudin mengurai tingginya NPL mendorong Mandiri membentuk direktorat khusus dalam penanganannya.
"Startegi penanganan NPL, karena itu satu tantangan yang besar kita membentuk satu direktorat khusus baru yang kita kasih nama Direktorat Special Aset Manajemen. Direktorat ini menangani NPL atau kredit yang butuh penanganan khusus," kata Ahmad.
Meski mengalami penurunan laba, Mandiri rupanya malah meningkatkan selisih bunga atau net interest margin (NIM) 0,81%. "Tahun lalu NIM kita 5,61%, tahun ini 6,42%," kata Kartiko. (OL-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved