Waspadai Kenaikan Impor Saat Puasa dan Lebaran

Gabriela Jessica Sihite
16/5/2016 15:28
Waspadai Kenaikan Impor Saat Puasa dan Lebaran
(ANTARA FOTO/Nova Wahyudi)

BADAN Pusat Statistik mencatat nilai impor Indonesia selama April 2016 mencapai US$10,78 miliar atau turun 4,62% ketimbang Maret 2016. Impor minyak dan gas bumi (migas) mencapai US$1,36 miliar atau turun 12,32% dan impor non migas mencapai US$9,42 miliar atau turun 3,39% dari Maret 2016.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Sasmito Hadi Wibowo menjelaskan penurunan impor non migas terbesar berasal dari bahan pangan. Dia menyebut nilai impor gandum dan serelia turun 43,82% dari Maret 2016, gula dan permen turun 57,6%, dan garam turun 67,5%.

"Impor non migas kita terutama turun karena bahan pangan. Gandum dan gula itu faktor musiman, tergantuk ketersediaan stok produsen sereal, mie instan, dan biskuit. Pada April lalu, belum ada kenaikan kebutuhan stok," ucap Sasmito saat konfrensi pers di kantornya, Jakarta, Senin (16/5).

Turunnya impor non migas tersebut juga dinilai Sasmito biasa terjadi pada April setiap tahunnya. Menurutnya, setiap April, kinerja ekspor dan impor menurun ketimbang Maret.

Namun, dia menilai kinerja impor, terutama bahan pangan dan barang konsumsi lainnya akan naik karena sudah akan mulai masuk bulan puasa dan Lebaran. Sasmito mengatakan impor daging sapi, gandum, dan gula akan naik seiring naiknya permintaan dari masyarakat.

"Mungkin nanti pas puasa dan Lebaran, produsen mie instan dan biskuit akan butuh gandum lagi. Kalau daging sapi memang pemerintah sudah mengatakan akan masuk impor," tukasnya.

Kendati diprediksi akan naik, Sasmito mengatakan pemerintah harus mewaspadai neraca perdagangan pada bulan ini dan dua bulan ke depan. Menurutnya, kenaikan impor saat puasa dan Lebaran harus diimbangi kenaikan ekspor juga.

"Ini harus diantisipasi. Tinggal bagaimana kita menguatkan ekspor kita. Saya sih berharap ke depan ekspor dan impor kita naik karena awal tahun ini kita masih turun terus. Kalau ekspor-impor kita naik, artinya perdagangan internasional kita menguat dan PDB kita juga," imbuh Sasmito. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya