Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
MENDONGKRAK tingkat literasi alias tingkat pemahaman produk finansial bukan pekerjaan mudah. Dari hasil survei yang dilansir Otoritas Jasa Keuangan (OJK), per 2013, hanya 21,8% penduduk Indonesia yang tergolong well literate atau punya pengetahuan dan keyakinan memadai tentang lembaga jasa keuangan serta produk jasa keuangan di Tanah Air, berikut ketrampilan untuk memanfaatkannya.
Dengan basis yang relatif minim itu, regulator punya cita-cita untuk menciptakan pertumbuhan tingkat literasi finansial paling tidak 6% pada tahun ini. Salah satu pendekatan yang dilakukan OJK ialah menggencarkan pengoperasian 'mobil pintar', Mobil Literasi Keuangan (Simolek).
Anggota Dewan Komisioner Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Kusumaningtuti S Soetiono mengatakan program Simolek diharapkan berkontribusi besar dalam mempertebal kemampuan literasi keuangan masyarakat.
"Dengan adanya kontribusi dari program Simolek, dan survei-survei yang akan kami lakukan, diharapkan sampai akhir 2016 nanti, minimal terjadi peningkatan 6% dari indeks 2013," terang Kusumaningtuti kepada media saat ditemui dalam acara sosialisasi Simolek, di Jakarta, kemarin.
Program Simolek diluncurkan OJK dan industri jasa keuangan Indonesia sejak 2014. Saat ini, sudah ada sekitar 40 unit Simolek 'mengaspal' demi menambah wawasan masyarakat. Adapun dalam pengoperasian mobil-mobil edukasi tersebut, regulator berkolaborasi dengan sejumlah pelaku jasa keuangan.
Untuk mengakselerasi kenaikan tingkat literasi finansial, imbuh, Kusumaningtuti, program Simolek akan dikembangkan dalam bentuk moda lain di luar mobil, yaitu kapal. Moda itu dianggap tepat untuk menjangkau area kepulauan di Nusantara.
"Kami sudah kerja sama dengan PT Pelni untuk membantu menyediakan kapal-kapal yang bisa digunakan. Saat ini, kapal Simolek baru ada di Kepulauan Seribu, dan Kota Tarakan, Kalimantan Utara," jelas Kusumaningtuti.
Tugas
Ditemui dalam kesempatan sama, Direktur BCA Armand Hartono menyampaikan komitmen perusahaan untuk terus membantu OJK meningkatkan literasi keuangan di masyarakat. Menurutnya, hal tersebut sudah merupakan tugas bagi perbankan dan industri keuangan di Indonesia.
"Literasi keuangan itu penting, dan kami berkomitmen untuk terus membantu peningkatannya, terutama di wilayah-wilayah yang belum memiliki infrastruktur merata dan baik," ujar Armand.
Selain berpartisipasi dalam mengoperasikan Simolek, pihaknya mengklaim telah melakukan upaya-upaya lain untuk memacu literasi finansial masyarakat.
Umpama, memberi edukasi kepada anggota keluarga dari tenaga kerja Indonesia (TKI) yang tinggal di Mataram, Pringgabaya, Cirebon, Indramayu, Gondanglegi, dan Sagaranten.
"Tidak ketinggalan juga literasi untuk para TKI di Hong Kong. Sehingga, melalui program-program ini kami berharap angka literasi keuangan di Indonesia dapat meningkat," tandas Armand.(E-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved