Pabrik Samsung Siap Pasok Pasar Domestik

MI/Dero Iqbal Mahendra
17/6/2015 00:00
Pabrik Samsung Siap Pasok Pasar Domestik
()
PT Samsung Electronics Indonesia meresmikan pabrik telepon seluler (ponsel) mereka yang terintegrasi dengan pabrik produk elektronik lainnya. Nilai investasi pabrik dengan 14 basis produksi ponsel dan tablet itu mencapai US$20juta (sekitar Rp260 miliar).

Pabrik yang didirikan di Kawasan Industri East Jakarta Industrial Park (EJIP) Cikarang, Bekasi, tersebut memiliki kapasitas produksi total 1 juta unit per bulan untuk ponsel dan tablet. Pabrik baru itu menyerap tenaga kerja hingga 972 orang di lahan seluas 6.000 meter persegi.

"Indonesia menjadi wilayah strategis dengan peluang tak terbatas, pembangunan pabrik ponsel ini menjadi komitmen dan upaya kami di Indonesia untuk membuka lapangan kerja sekaligus mengembangkan SDM generasi muda di Indonesia," ungkap Vice President Corporate Affairs PT Samsung Electronics Indonesia Lee Kang Hyun dalam sambutannya di Cikarang, kemarin.

Pada kesempatan itu, Menteri Perindustrian (Menperin) Saleh Husin mengungkapkan harapannya agar investasi Samsung tidak hanya terhenti sebatas proses perakitan dalam bentuk semi-knocked down (SKD). Samsung diharapkan akan melakukan produksi total di Indonesia dalam bentuk completely knocked down (CKD) hingga surface mount technology (SMT).

"Kita menginginkan pada 2017 tingkat komponen dalam negeri (TKDN)-nya mencapai 30% meski itu secara bertahap karena saat ini TKDN ponsel Samsung masih 20%. Pendirian (pabrik) Samsung ini akan mendorong produsen ponsel lain untuk berinvestasi di Indonesia," terang Saleh.

Menurut Saleh, saat ini pangsa pasar produk ponsel dan tablet Samsung mencapai 24,1% di Indonesia. Pabrik tersebut diharapkan menurunkan nilai impor ponsel Indonesia. Untuk jangka panjang, pabrik tersebut diharapkan tidak hanya untuk pasar domestik, tetapi juga berorientasi ekspor.

Direktur Industri Material Dasar Logam Kemenperin I Gusti Putu Surya Wiryawan mengungkapkan Kemenperin akan meminta pihak Samsung mengajukan tax allowance dengan membuat rencana bisnis mereka ke depan hingga membuat design house di Indonesia. Dengan begitu, pabrik Samsung di Tanah Air diharapkan tidak hanya sebatas perakitan dan manufaktur, tetapi juga membangun sistem pengembangan di Indonesia.

"Di (industri) ponsel itu sebetulnya yang besar uangnya bukan yang kita lihat ini, melainkan yang tidak kelihatan itu sebetulnya yang besar, yakni di research and development (R&D) baik itu di desain maupun di aplikasi," terang Putu.

Apple jajaki Indonesia

Pada kesempatan terpisah, para petinggi perusahaan gadget asal Amerika Serikat Apple menyambangi Menperin di kantornya guna melihat peluang berinvestasi di Indonesia. Pihak Apple yang diwakili Vice President of Operation Apple Patrick Murphy datang ke Kemenperin meminta informasi mengenai Indonesia terutama soal peraturan TKDN.

"Patrick dari Apple Singapura yang bertanggung jawab di Asia Pasifik dan Australia datang untuk meminta penjelasan tentang kebijakan TKDN industri ponsel," kata Putu. Meski demikian, lanjut Putu, pihak Apple belum memiliki rencana investasi apa pun dan belum ada komitmen apa pun untuk pasaran Indonesia.

Saat ini pemerintah Indonesia, dalam hal ini Kementerian Komunikasi dan Informatika, sedang merumuskan peraturan terkait dengan kebijakan TKDN untuk ponsel pintar yang tergolong jaringan 4G LTE. (E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya