Presiden Minta Proyek Listrik 35.000 MW Dievaluasi

13/5/2016 13:51
Presiden Minta Proyek Listrik 35.000 MW Dievaluasi
(MI/SUMARYANTO)

PRESIDEN Joko Widodo meminta evaluasi menyeluruh proyek listrik 35 ribu mega watt. Hal tersebut diungkapkan Menteri Energi dan Sumber Daya Sudirman Said seusai bertemu Presiden di Istana Negara, Jumat (13/5).

"Tadi melaporkan beberapa hal, antara lain perkembangan listrik 35.000 MW. Karena kalangan investor, dunia usaha mulai mempertanyakan. Apakah kita bisa selesai atau tidak. Tadi diminta Presiden dilakukan evaluasi menyeluruh," ujar Sudirman.

Sudirman menjelaskan evaluasi menyeluruh yang dimaksud adalah mulai dari proses tendernya, pembiayaan sampai pengolahan di PLN. Terutama, sambung dia, kebijakan-kebijakan untuk memudahkan pelaksanaan proyek tersebut harus dijaga.

"Kebijakan pemerintah untuk membangun energi terbarukan mesti dijaga. Jadi beliau menekankan supaya ada peninjauan yang mendalam dan menyeluruh mumpung tenggat waktunya masih jauh. Jangan sampai ditengah jalan baru kita terasa hambatannya. Itu pesan Presiden," tandasnya.

Pihaknya optimis proyek ini akan terealisasi hingga 2019 mendatang. Namun, sambung Sudriman, harus teliti, detail dan memperhatikan prosesnya di lapangan, seperti pesan Presiden Jokowi.

"Sekarang, konstruksinya sudah 10 persen, jadi sekitar 3.500 MW. Dalam PPA mungkin sekitar 30 persen. Sisanya masih dalam persiapan pengadaan. Sedikit lebih lambat dari target. Oleh sebab itu, Presiden beri warning lebih baik dilakukan evaluasi secara mendalam supaya nanti di tengah jalan baru terasa (hambatan)," paparnya.

Pihaknya Kementerian ESDM telah melakukan evaluasi secara menyeluruh dengan rutin dan mengantisipasi hal-hal yag tak terduga. Perkiraan, kata Sudirman, sebelum puasa sudah ada hasilnya. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya