Wapres: Selain Beras, Pasokan Pangan Lain Agak Rawan

Christian Dior Simbolon
10/5/2016 17:18
Wapres: Selain Beras, Pasokan Pangan Lain Agak Rawan
(MI/BENNY BASTIANDY)

WAKIL Presiden (Wapres) Jusuf Kalla mengatakan pasokan beras tetap aman saat bulan puasa dan menjelang Lebaran. Konsumsi beras cenderung turun saat bulan puasa sehingga membuat stoknya berlimpah.

"Jadi tidak pernah ada kejadiaan saat Lebaran ada masalah beras. Beras tidak pernah ada masalah karena puasa selama satu bulan Anda makan lebih sedikit. Biasanya (Anda) makan tiga kali jadi dua kali," ujar Kalla di Gedung Bulog, Jakarta, Selasa (10/5).

Diakui Kalla, ada oknum-oknum yang memainkan pasokan beras di masyarakat sehingga membuat harganya melonjak. Namun, pengaruhnya tidak signifikan terhadap kenaikan harga beras. Terlebih, para spekulan pun tidak memiliki gudang yang cukup besar untuk menimbun beras dalam waktu cukup lama.

"Ada yang main harga pasti. Tapi tidak sejahat yang kita dengar. Masalah timbul dari tingkat produksi dan logistik. Itu harus dipahami sebelum kita salahkan orang lain. Jadi jangan berpikir pedagang itu mafia. Beras tidak bisa disimpan lebih dari setahun dan tidak ada yang punya gudang besar untuk itu seperti Bulog," tuturnya.

Meskipun beras aman, Wapres khawatir pasokan bahan-bahan pangan lainnya akan terganggu sepanjang bulan puasa. Pasalnya, kebutuhan pangan masyarakat cenderung meningkat pada saat puasa dan menjelang Lebaran. Di sisi lain, panen bahan pangan tidak bisa diakselerasi mengikuti perkembangan kebutuhan bahan pangan.

"Tiba-tiba semua orang memakai itu (bahan pangan). Suplainya kan tidak bisa dinaikkan tiba-tiba. Katakanlah ayam, telur, ikan, cabai. Itu saja yang bergejolak," ujarnya.

Minimnya pasokan bahan pangan akan membuat harga melambung. Namun demikian, menurut Kalla, kenaikan harga tidak akan signifikan. Ia pun mempersilakan para petani dan pedagang menaikkan harga tersebut saat puasa. "Berikan kesempatan pedagang dan petani dapat harga yang baik," tandasnya. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya