Realisasi Belanja Pemerintah Jauh di Bawah Ekspektasi

Nuriman Jayabuana
10/5/2016 16:53
Realisasi Belanja Pemerintah Jauh di Bawah Ekspektasi
(Ilustrasi)

BELANJA pemerintah masih jauh berada di bawah ekspektasi. Realisasi belanja pemerintah baru 28 persen dari target belanja dalam APBN 2016. Artinya, belanja pemerintah jelang pertengahan tahun bahkan belum mendekati separuh dari yang ditargetkan.

Pemerintah baru membelanjakan anggaran sebesar Rp 586,8 triliun dari target belanja 2016 sebesar Rp 2.095,7 triliun. Lambatnya realisasi belanja pemerintah tersebut turut berperan terhadap ekonomi Indonesia yang melambat di kuartal pertama. Akibatnya, pertumbuhan ekonomi di triwulan pertama melemah ke bawah lima persen, yaitu hanya 4,92 persen.

Kendati demikian, pemerintah memastikan untuk tetap mempertahankan sejumlah asumsi makro dalam APBN-P 2016. “Pokoknya ga akan banyak berubah,” ujar Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro di kantornya, Selasa (10/5).

Rendahnya realisasi belanja pemerintah bukan tanpa alasan. Ruang gerak pemerintah dalam membelanjakan anggaran juga dipicu jauh lebih lambatnya penerimaan yang sudah masuk ke dalam kas negara. “Penerimaan baru sekitar 23 persen,” kata Bambang.

Penerimaan negara baru mencapai Rp419,2 triliun dari Rp1.822,5 triliun yang ditargetkan selama 2016. Mau tidak mau pemerintah harus menambal selisih kebutuhan belanja tersebut dengan utang, baik dengan menerbitkan surat utang atau menarik utang multilateral.

Per Mei, defisit anggaran sudah mencapai Rp167,6 triliun atau setara 1,3 persen dari asumsi PDB Rp12.703,8 triliun. “Sekarang defisitnya masih cukup manageable,” ujar Bambang. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya