Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
KENAIKAN harga sejumlah bahan pokok di beberapa daerah dinilai abnormal karena puasa masih sebulan lagi. Biasanya, harga bahan pangan mengalami lonjakan dua pekan atau sepekan menjelang Ramadan.
Demikian ungkap Ketua Umum Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) Abdullah Mansuri kepada Media Indonesia di Jakarta, kemarin (Senin, 9/5).
Menurut Mansuri, ada beberapa faktor yang ditengarai memicu kenaikan harga yang tidak lazim tersebut, yakni kegagalan panen di beberapa daerah dan aksi borong serta penimbunan kebutuhan pokok.
"Ini yang menimbulkan kepanikan di masyarakat. Padahal, pasokan dan permintaan itu seharusnya seimbang. Kini, pasokan menurun tetapi permintaan justru tinggi. Para pedagang mengakui ini enggak lazim karena sebulan sebelum puasa kok sudah naik," kata Mansuri.
Dalam pemantauan Ikappi, lanjut Mansuri, hampir seluruh harga bahan pokok mengalami kenaikan. Paling drastis antara lain bawang, cabai, dan ayam potong.
Berdasarkan data yang dikumpulkan Ikappi dari sejumlah pasar di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya, rata-rata harga cabai merah mencapai Rp30.500 per kilogram (kg) dari sebelumnya Rp29.800.
Harga ayam potong menjadi Rp34.500 per kg dari sebelumnya Rp33 ribu. Harga bawang merah dari Rp40 ribu menjadi Rp43 ribu dan harga bawang putih dari Rp35 ribu menjadi Rp37 ribu.
Data harga yang dirilis Kementerian Perdagangan menunjukkan harga gula pasir, minyak goreng, ayam potong, dan cabai merah memang mengalami kenaikan secara nasional.
Harga gula pasir naik dari Rp13.590 menjadi Rp14.107 per kg, minyak goreng kemasan dari Rp14.870 menjadi Rp14.881 per kg, ayam potong dari Rp29.214 per kg menjadi Rp29.561 per kg, cabai merah keriting dari Rp30.508 menjadi Rp31.723 per kg, dan cabai merah besar dari Rp29.677 menjadi Rp31.743 per kg. Semua harga tersebut dibandingkan secara rata-rata dengan harga pekan lalu.
Dalam pemantauan Media Indonesia di beberapa pasar tradisional di pantura seperti Pasar Wiradesa, Pekalongan; Pasar Cepiring dan Kaliwungu, Kendal; Pasar Johar dan Peterongan, Semarang; Pasar Sayung dan Bintoro, Demak; Pasar Jobokuto, Jepara; serta Pasar Kliwon, Kudus; lonjakan harga paling menonjol terjadi pada komoditas gula pasir yang kini Rp15.500 per kg dari kisaran Rp11 ribu-Rp12 ribu.
"Hanya dalam waktu se minggu naik drastis. Permintaan memang cukup tinggi, sedangkan pasokan agak tersendat," ujar Sunarti, pedagang di Pasar Wiradesa, Pekalongan.
Serap dari petani
Ketua Umum Ikappi Mansuri pesimistis permintaan Presiden Joko Widodo agar semua pihak berupaya menurunkan harga bahan pokok bakal tercapai di masa puasa dan Lebaran kali ini.
"Harga tidak akan turun bila kementerian tidak bekerja optimal mengantisipasi. Terus terang kami sangsi dengan pola kerja Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan, dan Bulog. Persoalan supply dan demand penting jelang puasa. Kami harap Kementerian Pertanian memetakan wilayah produksi di Indonesia sejak dini."
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan pihaknya bersama Bulog lebih mengupayakan penyerapan produksi petani secara langsung.
"Kami sudah membeli 23 ribu ton bawang dengan harga dari petani di lapangan Rp18 ribu per kg, lalu dijual di Toko Tani Indonesia (TTI) seharga Rp25 ribu."
Menurut Amran, kini baru berdiri 300 TTI di seluruh Indonesia dari target 1.000 TTI hingga akhir tahun. "TTI ini cara untuk mengantisipasi kenaikan harga yang terjadi setiap saat, tetapi butuh waktu. Tidak bisa dua hari selesai." (Gan/Sri/Pra/AS/SM/PO/TS/BB/RS/RZ/DK/YK/DY/X-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved