Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mendorong realisasi investasi pembangunan pembangkit listrik tenaga panas bumi oleh Selandia Baru. Hal itu disampaikan Kepala BKPM, Franky Sibarani dalam kegiatan Indonesia-New Zealand Investment Forum di Auckland, Selandia Baru.
Franky mengadakan pertemuan dengan Menteri Pembangunan Ekonomi Selandia Baru, Steven Joyce. "Pada 2014 lalu telah ditandatangani MoU kedua negara untuk pembangunan pembangkit listrik tenaga panas bumi dengan nilai total investasi US$12,86 juta," ungkapnya, Jumat (6/5).
Investasi tersebut dikatakan Franky dapat mendukung rencana pembangunan listrik 35 GW. Selandia Baru dipilih karena sudah terlibat dalam pengembangan PLTP Kamojang pada 1970 dengan teknologi untuk mengembangkannya.
"Kami berharap mereka dapat masuk ke sektor geothermal, meningkatkan produktifitas mereka di sektor pertanian dan peternakan sapi," lanjutnya.
Selain itu, sektor-sektor prioritas seperti industri makanan dan sektor pariwisata juga didorong untuk penambahan investasi. Kerja sama dengan Selandia Baru optimis berhasil karena transformasi negara tersebut dari ekonomi basis sektor pertanian ke industrialisasi berdaya saing skala global berhasil. Kerja sama kedua negara juga sudah terjalin sejak lama.
"Dairy product serta produk-produk berkualitas Selandia Baru seperti susu, keju dan minyak zaitun telah menjadi bagian dari keluarga Indonesia selama ini. Dari sisi Indonesia, komoditi ekspor ke Selandia Baru adalah kertas dan pulp, tekstil serta produk kimia," tuturnya. Sejak 2010 hingga 2015 realisasi investasi dari Selandia Baru mencapai US$38,2 juta.
Dari jumlah itu, 77% terealisasi di industri makan atau sejumlah US$124,3 juta dalam enam tahun terakhir. Sektor-sektor lain yang mendominasi adalah industri makanan, industri kimia, infrastruktur dan pariwisata. Selama ini perusahaan-perusahaan Selandia Baru seperti Fonterra dan ANZ sudah melakukan investasi di Indonesia.
"Kami ingin terus mengundang perusahaan-perusahaan global Selandia Baru untuk dapat menanamkan modalnya di Indonesia untuk menumbuhkan penciptaan lapangan kerja dan melakukan transfer teknolog dan pengetahuan," tandas Franky. (OL-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved