Sinergi Pertamina-PGN Optimalisasi Pembangunan Infrastruktur Gas

Tesa Oktiana Surbakti
03/5/2016 21:08
Sinergi Pertamina-PGN Optimalisasi Pembangunan Infrastruktur Gas
(ANTARA)

PEMERINTAH terus mengembangkan jaringan infrastruktur gas di Tanah Air untuk mempermudah kehidupan masyarakat. Pemerintah pun telah memberikan penugasan kepada PT Pertamina (Persero) dan PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk.

Seiring dengan wacana pembentukan holding BUMN energi, keniscayaan akan optimalisasi pembangunan infrastruktur gas kian besar. "Gagasan holding BUMN itu tepat. Selain sudah diputuskan dalam rapat kabinet, pembentukan holding akan mendatangkan efisiensi. Karena perusahaan masing-masing itu tidak perlu membangun infrastruktur sendiri. Jadi bisa dikonsolidasikan," ucap Menteri Energi dan Sumber Daya Energi (ESDM) Sudirman Said saat ditemui di kantornya, Selasa (3/5).

Dengan begitu, sambung dia, persoalan tumpang tindih pembangunan infrastruktur gas antara PGN dan Pertamina yang sudah lama terjadi, dapat diselesaikan. Pun, pembentukan holding BUMN energi dinilainya akan menghapus ego internal di tubuh BUMN.

"Dari resources (sumber daya) dapat lebih di-pull, kemampuan sumber daya manusia akan lebih bagus karena ada konsolidasi. Sehingga semua akan lebih efisien," tegasnya.

Sudirman menambahkan, untuk perkembangan infrastruktur gas, pihaknya baru saja meresmikan 24 ribu sambungan gas rumah tangga baru di Surabaya dengan panjang pipa 167 kilometer (km). "Itu bagian kecil dari rencana kita 2016 diharapkan terpasang 1,3 juta jargas (jaringan gas) di 8 kota. Kemudian di samping jargas, ada jaringan transmisi yang dibangun," imbuhnya.

Seperti diberitakan, tahun ini Pertamina mendapat penugasan dari pemerintah untuk mengembangkan jargas kota di enam wilayah dengan 23.158 SR. Hingga 2017, Pertamina mendapat penugasan membangun 89.383 sambungan jargas rumah tangga. Sebanyak 26.225 sambungan rumah tangga (SR) di antaranya sudah beroperasi awal Maret 2016.

Jargas yang sudah beroperasi itu tersebar di 6 kota di Tanah Air, yaitu Prabumulih, Sumatra Selatan, sebanyak 4.650 SR, Jambi sebanyak 4.000 SR, dan Sengkang, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, sebanyak 4.172 SR. Selain itu, jargas kota Pertamina juga terdapat di Bulungan, Kalimantan Timur, sebanyak 3.300 SR, Sidoarjo, Jawa Timur 6.154 SR, dan Bekasi, Jawa Barat, sebesar 3.949 SR.

Sementara itu, PGN berencana menambah jaringan gas bumi sepanjang lebih 600 km di 10 kota pada tahun ini, yaitu DKI Jakarta, Bekasi, Cirebon, Pasuruan, Surabaya, Sidoarjo, Semarang, Medan, Batam, dan daerah lainnya. Pembangunan pipa gas tersebut bertujuan antara lain mendukung penyaluran gas bumi untuk rumah tangga. PGN mencatat sudah menyalurkan gas ke lebih dari 107.690 rumah tangga di berbagai daerah hingga awal 2016. (Tes/OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya