Demi Ekonomi Lebih Merata

Sadyo Kristiarto
02/5/2016 09:11
Demi Ekonomi Lebih Merata
(Bandara Domine Eduard Osok, Sorong--MI/Sadyo Kristiarto)

OPTIMALISASI konektivitas antarpulau dan daerah, khususnya di wilayah Indonesia Timur, terus dipacu. Pembangunan infrastruktur transportasi pun dinilai penting segera dibangun di wilayah-wilayah yang berpotensi menjadi pusat pertumbuhan ekonomi.

Hal itu diungkapkan Menteri Perhubungan Ignatius Jonan seusai meresmikan terminal Bandara Domine Eduard Osok, Sorong, dan pengembangan Bandara Mopah, Merauke, di Sorong, Papua Barat, Sabtu (30/4).

Dalam upaya itu, Jonan menyebut pemerintah akan membangun dan meningkatkan kapasitas layanan 56 bandar udara di Papua Barat dan Papua.

"Pembangunan sejumlah bandara merupakan komitmen pemerintah mendorong pertumbuhan merata dari Sabang sampai Merauke dan dari Miangas sampai Pulau Rote," tegasnya.

Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub Suprasetyo menambahkan, upaya pengembangan bandara di kawasan timur itu juga merupakan dukungan terhadap perubahan Indonesia ke arah Indonesia sentris. "Bukan hanya Jawa sentris seperti yang terjadi di masa lalu," ujarnya.

Pengembangan Bandara Domine Eduard Osok, misalnya, diharapkan mampu menjadi pemicu pertumbuhan jumlah penumpang dan barang di kawasan Papua Barat.

Pergerakan pesawat di salah satu bandara terbesar di semenanjung kepala burung Papua itu mengalami rata-rata pertumbuhan 3,3% tiap tahun. Tercatat, ada 9.000 lebih pergerakan pesawat per tahun.

Dari sisi penumpang, tumbuh rata-rata 13,2% per tahun, dengan jumlah 500 ribu lebih penumpang pada 2014. Selain itu, pertumbuhan kargo per tahun cukup pesat sekitar 17,2%.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Gubernur Papua Barat Irene Manibuy menyampaikan terima kasih kepada pusat yang terus berkomitmen membangun kawasan timur.

"Bahkan dalam waktu dekat di Papua Barat juga akan dibangun jaringan rel kereta yang akan menghubungkan Kota Sorong dengan Manokwari," ungkap Irene.

Setelah dari Papua, Kementerian Perhubungan, kemarin, meresmikan Bandara Djalaludin dan pelabuhan penyeberangan di Gorontalo. "Ini sejalan dengan fokus kerja kementerian untuk terus meningkatkan kapasitas sarana dan kualitas pelayanan jasa transportasi," kata Suprasetyo.

20 pelabuhan
Selain bandara, pemerintah juga melakukan pengembangan sejumlah pelabuhan di Papua dan Sulawesi untuk mendukung kelancaran arus barang dan orang dari dan ke kawasan timur Indonesia.

Setidaknya dalam rangkaian kegiatan kali ini, Jonan dijadwalkan meresmikan 20 pelabuhan laut di Sulawesi Utara dan Sulawesi Tenggara.

Dalam kaitan sama, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, saat kunjungan kerja di NTT mengatakan pihaknya tengah melakukan studi kelayakan proyek pembangunan Jembatan Palmerah Pancasila yang menghubungkan Pulau Flores dan Adonara.

"Ini merupakan tindak lanjut (penandatanganan heads of agreement) dari Belanda," kata Basuki di Kupang, kemarin (Minggu, 1/5).

Basuki berkunjung ke NTT mulai dari Pulau Flores untuk mengecek kondisi ruas jalan Trans-Flores yang bakal dipakai untuk Tour de Flores. Ia juga memantau kesiapan pembangunan Waduk Napungete di Kabupaten Sikka, salah satu waduk raksasa yang dibangun di NTT.(Adi/PO/E-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Panji Arimurti
Berita Lainnya