Kadin Petakan Produk Unggulan Lokal

Muhammad Fauzi
01/5/2016 23:45
Kadin Petakan Produk Unggulan Lokal
(ANTARA/R Rekotomo)

UNTUK memperkuat ketahanan industri, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia merancang revitalisasi konsep ekonomi kerakyatan berbasis masyarakat.

"Pengembangan industri berbasis masyarakat, yakni budaya dan tradisi lokal sangat potensial mendukung ekonomi kerakyatan. Ini yang perlu dikembangkan, sehingga mampu mendukung ketahanan industri," ujar Charles Saerang, Ketua Bidang Industri Kadin Indonesia Pimpinan Eddy Ganefo, Kamis (28/4).

Kalangan pengusaha, jelasnya, harus mendukung pengembangan kekayaan produk lokal yang berbasis budaya. Hal ini lantaran selama ini pengusaha lebih fokus terhadap pengembangan industri besar untuk kepentingan konglomerasi.

Menurut dia, sejumlah kekayaan produk lokal berbasis budaya punya potensi untuk menghadapi serbuan produk global, seperti batik, furnitur, kain tradisional, serta perikanan.

"Jangan hanya fokus ke industri besar dan globalisasi, tetapi waktunya untuk mengembangkan industri kecil lokal yang sebenarnya tidak kalah kreatif."

Selain itu, menurutnya, orientasi pengembangan industri juga harus diubah. Selama ini lebih fokus ke kawasan barat Indonesia dialihkan ke kawasan timur.

Oleh karena itu, Kadin Indonesia akan menggandeng Lembaga Pertahanan Nasional (Lemhanas) serta lembaga filantropi dan Lions Club.

"Kami segera membuat mapping (memetakan) potensi industri kecil lokal di kawasan timur," ujar Charles yang juga Presiden Direktur PT Njonja Meneer dalam keterangan tertulis, Minggu (1/5).

Ia menambahkan, sejumlah kegiatan yang hendak ditempuh untuk memperkuat ketahanan industri berbasis ekonomi kerakyatan itu antara lain edukasi, pelatihan, advokasi hukum, dan akses kepada lembaga pendanaan.

"Salah satu yang dibenahi adalah soal orientasi produk daerah. Jangan lagi product oriented tetapi harus diubah menjadi market oriented," tegas Charles.

Hal penting lainnya, sambungnya, menyangkut hak paten produk dan desain produk yang selama ini kurang diperhatikan oleh industri kecil. (Faw/OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya