Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Indonesia diminta tak terlalu berlebihan menyikapi kenaikan ekspor yang terjadi pada Agustus 2021. Justru pengambil kebijakan mesti waspada dan berhati-hati atas capaian tersebut karena peningkatan ekspor sebagian besar bersumber dari komoditas.
Pasalnya kejadian serupa pernah terjadi pada periode 2000-2012 di mana ekspor komoditas Indonesia melejit. Hal itu menyebabkan investor berbondong-bondong berlari ke sektor komoditas dan meninggalkan sektor pengolahan atau manufaktur.
"Makanya banyak yang menyebutkan masalah deindustrialisasi pada tahun 2000-an di Indonesia. itu karena ekspor komoditas meningkat pesat. Kita tentu tidak ingin seperti itu lagi," ujar Kepala Ekonom dari Centre for Strategic and International Studies Yose Rizal Damuri kepada Media Indonesia, Kamis (16/9).
Dia menjelaskan kenaikan ekspor Indonesia pada Agustus terjadi didorong oleh komoditas kelapa sawit. Kenaikan ekspor kelapa sawit itu berkisar 70% diikuti besi dan baja dan mendominasi kinerja ekspor nasional.
Indonesia diharapkan tak lagi mengalami penyakit ekonomi Belanda (Dutch Disease), di mana mengandalkan hasil sumber daya alam sebagai sumber pertumbuhan ekonomi seperti yang terjadi di periode 2000-2012. Sebab, dalam jangka panjang itu justru akan memberi dampak negatif bagi perekonomian.
"Jadi, yang namanya commodity boom itu buat Indonesia sering tidak terlalu baik hasilnya, terutama dalam jangka panjang. Kalau ini terus berlangsung, insentif kita untuk membangun sektor-sektor yang lainnya akan berkurang dan menyebabkan perekonomian Indonesia dalam jangka panjang tidak akan berkembang dengan sepenuhnya, seperti yang diinginkan," jelas Yose.
"Kita kan maunya masuk ke bidang pengolahan yang berteknologi tinggi, dengan human capital yang baik. Tapi kalau investasi pergi ke komoditas semua, ini yang bahaya," sambungnya.
Baca juga : Harga Timah Naik Terus, Transaksi Fisik Timah di Bursa Berjangka Capai Rp538 M
Selain itu, peningkatan ekspor yang disokong oleh komoditas kelapa sawit tersebut nyatanya diakibatkan oleh kenaikan harga di pasar internasional, bukan dari sisi volumenya. Hal ini yang membuat kinerja ekspor Indonesia menjadi rentan.
Harga komoditas sejatinya selalu berfluktuasi dan dipengaruhi oleh kondisi makroekonomi. Alih-alih bertahan, harga komoditas dapat terjun bebas sewaktu-waktu dan itu akan menyebabkan kinerja ekspor jatuh bila Indonesia terus mengandalkan komoditas.
"Ini belum tentu sustainable. Kalau The Fed jadi melakukan tappering. Itu harga komoditas akan anjlok semua. Apalagi kalau tapperingnya mengagetkan, akan ada shock di market dan itu berimbas pada harga komoditas di commodity market. Jadi kita harus hati-hati. Kalau pun ini sustainable, secara jangka panjang ini juga tidak bagus karena ada Dutch Disease tadi," terang Yose.
Daripada tenggelam dalam euforia kenaikan ekspor, lanjut Yose, pemerintah Indonesia didorong menggali potensi industri pengolahan untuk bermain dan berperan lebih dalam perdagangan internasional.
Diketahui sebelumnya Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan kinerja ekspor Indonesia pada Agustus 2021 mencapai US$21,42 miliar, naik 20,95% dari Juli (month to month/mtm) dan tumbuh 64,10% dari Agustus 2020 (year on year/yoy). Sedangkan kinerja impor Indonesia pada Agustus 2021 tercatat US$16,68 miliar, naik 10,35% (mtm) dan tumbuh 55,26% (yoy).
Alhasil, neraca dagang Indonesia kembali mengalami surplus sebesar US$4,74 miliar. Itu memperpanjang tren surplus neraca dagang Indonesia menjadi 16 bulan berturut-turut. (OL-7)
Jelang Idul Fitri 1447 H, JICT salurkan santunan bagi 400 anak yatim di Koja, bantuan untuk 30 musala, dan sembako bagi pekerja Pelabuhan Tanjung Priok.
Direktur Jenderal Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Djaka Budi Utama meninjau kesiapan layanan dan pengawasan arus barang menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah di Pelabuhan Tanjung Priok.
PT Pelni Cabang Jakarta memperkirakan puncak arus mudik Lebaran 1447 Hijriah di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara akan terjadi pada H-3 Idul Fitri, tepatnya Rabu (18/3) dan Kamis (19/3).
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meyakini Jakarta International Stadium (JIS) menjadi simbol masa depan Jakarta.
Hadirnya hunian baru ini diharapkan mampu memotivasi personel Polres Pelabuhan Tanjung Priok untuk terus meningkatkan dedikasi dalam menjaga keamanan dan ketertiban
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menyiapkan layanan pengaduan pajak dan bea cukai langsung ke nomornya untuk merespons keluhan pengusaha soal tagihan di pelabuhan
Kapasitas produksi pipa stainless steel maksimal bisa mencapai hingga 1.100 ton per tahun.
Airlangga Hartarto menegaskan Amerika Serikat penyumbang surplus perdagangan tertinggi, sekaligus salah satu destinasi ekspor terbesar Indonesia.
Pogram Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Berani Inovasi, Siap Adaptasi Ekspor atau UMKM BISA Ekspor besutan Kementerian Perdagangan menunjukkan hasil menggembirakan
Menteri UMKM Maman Abdurrahman menegaskan forum investasi Indonesia-Tiongkok di Beijing menjadi momentum strategis untuk mendorong pelaku usaha nasional.
Tiongkok menjadi negara utama ekspor beberapa komoditas unggulan industri pengolahan seperti hasil olahan minyak kelapa sawit, hasil olahan nikel dan lainnya.
Indonesia bidik pasar Jepang untuk ekspor pelet EFB dan cangkang sawit. Dengan potensi setara 38.760 MW, biomassa sawit jadi andalan baru devisa negara di 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved